PDIP Sulsel Akan Minta Kejati Tunda Penanganan Kasus Burhanuddin Baharuddin

Calon Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin bersama sejumlah legislator DPRD Takalar, saat berkampanye di Zona 2 Takalar. (dok)

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Bupati Takalar non aktif, Burhanuddin Baharuddin tersandung kasus dugaan penjualan lahan di, Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang. Bahkan atas kasus ini sejumlah orang dekatnya diperiksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar.

Kendati demikian, partai pengusung Burhanuddin yang berpasangan dengan Natsir Ibrahim di Pilkada Takalar tak bergeming.

Ketua PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri mengatakan, pemberitaan terkait perkara hukum yang dialami Burhanuddin tidak akan menggoyahkan PDIP Sulsel untuk tetap mendukung petahana Takalar tersebut.

“Itulah risiko bagi Bupati petahana. Mereka selalu dicari kesalahannya terkait kebijakannya. Tetapi itu hal yang biasa, dan bagian dinamika politik. Sebelumnya juga begitu saat Pilkada Maros dan Pangkep,” tegas Ridwan.

Menurutnya, apa yang terjadi di Pilkada Takalar tak berbeda jauh dengan yang terjadi di Pilgub DKI Jakarta. Seperti diketahui, PDIP mengusung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat yang selalu di cari-cari kelemahan dan kesalahannya oleh lawan politiknya.

Ia pun meminta kepada tim Batuan Kendali Operasi (BKO) yang diturunkan PDIP Sulsel untuk berhati-hati dan tidak terpancing saat sosilisasikan usungan partai.

Pihaknya juga akan meminta kejaksaan untuk menunda penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan pelanggaran hukum Burhanuddin hingga pemilihan ini selesai.

“Seperti 2015 lalu, ada jagoan kami kesandung kasus. Tetapi ditunda penyelidikannya. Kami berharap bisa seperti itu,” jelasnya.

Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni menambahkan, untuk Pilkada Takalar, PDIP Sulsel mem-BKO-kan 12 DPC PDIP se-Sulsel untuk Pilkada Takalar. “BKO ini berdasarkan SK DPP untuk pemenangan di semua Pilkada, termasuk Pilkada Takalar yang digelar di Sulsel,” imbuhnya. (*)

 

PEMKOT-Makassar