Wow, Hasil Audit BPKP Korupsi Lahan Bandara 318 Miliar

foto kejaksaan
pihak kejaksaan tinggi SulSel menerima uang yang disita dari proyek pembebasan lahan untuk perluasan bandara internasional sultan hasanuddin makassar tahun 2015. (Dok)

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Hasil audit kasus dugaan korupsi dan mark up pembebasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sulsel akhirnya keluar. Berdasarkan hasil audit BPKP, jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai 318 Miliar rupiah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kejati Sulsel, Hidayatullah sekaligus menyebutkan bahwa hasil tersebut sudah final dan telah dikordinasikan ke tim penyidik.

“total kerugian sampai 318 M, Jadi memang tanah negara itu tidak boleh diganti rugi. Itu kan ada lahan negara yang digarap oleh warga, tidak boleh mendapat penggantian sudah menggarap kok dapat ganti rugi,” ujar Hidayatullah

Bukan hanya itu, Hidayatullah juga menjelaskan bahwa hasil audit kerugian negara BPKP juga disertai dengan dua point uraian utama terjadinya kerugian negara, yaitu pertama, bahwa kerugian negara yang terjadi itu berada di 80 bidang lahan yang dibebaskan dengan nilai kerugian sebesar Rp100 miliar lebih.

Point kedua, lanjut Hidayatullah yaitu berdasarkan hasil hitungan BPKP harga tanah di lahan negara hanya Rp200 ribu per meter, sementara fakta di lapangan lahan dijual dengan nilai diatas Rp700 ribu per meter. Sementara harga NJOP sebesar Rp15 ribu.

“Saya sudah perintahkan penyidik untuk memeriksa kembali secara mendalam dan intensif warga penerima ganti rugi lahan. Itu uang yang mereka terima bukan haknya,” tutup Hidayatullah.

Dalam kasus ini, tim penyidik telah menetapkan empat tersangka yakni, Kepala Kecamatan Mandai, Machmud Osman, Kepala Desa, Raba Nur, Kepala Dusun, Rasyid dan Tokoh Masyarakat, Siti Rabiah.(*)

 

PEMKOT-Makassar