Kejati Datangkan Ahli Dari Jakarta, Cek Kondisi 28 Unit Mobil Damkar Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Tim Kejaksaan Tinggi Sulselbar kembali mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan 28 unit mobil damkar Makassar. Pemeriksaan tersebut dilakukan Jum’at kemarin.

“Benar kemarin tim turun melakukan pemeriksaan fisik terhadap ke 28 mobil tersebut,” ungkap Salahuddin.

Dihubungi terpisah, Kadis Damkar, Imran Samad juga membenarkan kabar tersebut.

“Iya betul, kemarin ada 4 orang tim Kejati memeriksa semua fisik mobil damkar. Dua orang Lembaga Kebijakan Pegadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), dan dua orang lagi tim ahli dari Labolatorium damkar Ciracas, Jakarta,” ujarnya.

Lebih rinci ia menjelaskan, tim Kejati bersama dua orang ahli dari Jakarta tersebut memeriksa semua komponem mobil damkar.

“Dua hari ini diperiksa semua komponen. Semua mobil dibawa ke pinggir danau Tanjung Bunga. Sudah itu di cek satu-satu, dari mulai bam, rem, selang penyemprot dongkrak, pokonya semua diperiksa,” ujar.

“Alhamdulillah hasilnya semua bagus, tidak seperti apa yang dilaporkan ke Kejati oleh salah satu LSM,” ungkap kakak Abraham Samad ini.

Sebelumnya, Imran Samad, membantah adanya korupsi pengadaan 28 unit mobil damkar. Karena pemesanan mobil damkar sudah melalui E- katalog yang disediakan oleh LKPP.

“Pengadaan mobil damkar itu lewat E – katalog. Jadi Lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP), sudah mensortir dan kemudian ditayangkan. Nah disitu kita tinggal pilih mana yang sesuai dengan budget dan Spek yang kita butuhkan,” jelasnya.

“Jadi kalau menurut saya, tidak ada masalah di pengadaan barang. Kalaupun ada yang salah dengan kendaraan itu berarti yang salah penyedia barang. Tetapi sekali lagi saya sampaikan, itu mobil kondisinya bagus,” tegasnya.

Ia juga membahtah prihal laporan yang mengatakan bahwa 28 unit mobil tersebut sering keluar masuk bengkel setelah satu tahun pembelian.

“Pernah memang ada yang olinya bocor  dan itulah yang di foto-foto, dan dibuat seolah-olah mobil yang lainya begitu(rusak),” ujarnya (*)