WALHI Desak KLHK Tangani Kasus Pencemaran Pesisir Bangkala Jeneponto

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kasus keracunan arsenik dan sianida yang menimpa warga desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Jeneponto yg terjadi pada Agustus 2016 hingga saat ini belum memiliki kejelasan sumber pencemarnya.

Diketahui akibat mengkomsumsi kerang hijau dari pesisir desa Mallasoro, 63 warga menderita keracunan dan 4 orang meninggal. BPPOM telah mengeluarkan rilis Kerang yang dikomsumsi warga mengandung logam berat zat arsenik dan sianida.

Pada jumat (16/12) Tim Komisi VII DPR-RI dan sejumlah dirjen dari beberapa kementerian telah mengunjungi PLTU Punagaya yang berada Kecamatan Bangkala. Tim ini melihat kondisi PLTU dan meminta informasi seputar pengelolaan limbah. Ada dugaan pencemaran pesisir Bangkala terjadi dari pengelolaan limbah Industri.

Semakin  larutnya masalah pencemaran tersebut, Direktur Walhi Sulsel, Asmar Exwar saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, Walhi Sulsel mendesak Pemerintah agar memberi kepastian sumber pencemaran di pesisir Kecamatan Bangkala dan segera mengungkap agar ada upaya antisipasi dan pemulihan lingkungan yang konprehensip dilakukan.

“Yah Sekarang Walhi Sulsel mendesak pihak pemerintah agar segera memberi kepastian kepada masyarakat terkait asal sumber pencemaran di Pesisir Kecamatan Bangkala,” ujarnya.

Lebih jauh, Asmar mengatakan, langkah ini dilakukan juga untuk memberikan kepastian kepada masyarakat yang masih trauma dan takut mengkomsumsi hasil laut dari perairan Bangkala.

Untuk itu WALHI Sulsel mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengambil alih penanganan kasus pencemaran lingkungan dan keracunan warga Mallasoro.

KLHK harus sesegera mungkin membentuk tim independen yang bertugas melakukan penyelidikan konprehensip di perairan Bangkala serta melakukan audit lingkungan dan Amdal terhadap industri yang berada di sekitar pesisir Bangkala termasuk PLTU Punagaya.(*)