Kasus Bansos Bantaeng Berhenti di Penyelidikan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menetapkan tidak akan melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) pada 2011 dan dana hibah pada 2011 Kabupaten Bantaeng.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, mengatakan alasan tidak melanjutkan kasus ke tingkat penyidikan karena tim penyelidik tidak menemukan dua alat dugaan perbuatan melawan hukum yang dimaksudkan.

“Sudah didalami di tingkat penyelidikan sejak Februari 2016 tetapi alat bukti tidak cukup jadi tidak dinaikkan ke penyidikan,” ujar Salahuddin

Selain itu, Salahuddin mengatakan pihaknya telah berupaya mencari alat bukti yang dibutuhkan agar kasus ini tetap dapat ditingkatkan dan dituntaskan hingga ke penetapan tersangka. Upaya itu salah satunya dengan memeriksa semua pihak yang mengetahui dan terlibat langsung dalam penyaluran dan aliran dana hibah tersebut.

Mereka yang telah diperiksa yakni, diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantaeng, Abdul Wahab, Kepala Inspektorat Kabupaten Bantaeng, Afris, wakil Bupati Bantaeng, bendahara Pemkab Bantaeng, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Sekretaris Dewan (Sekwan) serta beberapa pihak lain.

“Kalau tidak menemukan dua alat bukti, Kejati juga tidak bisa memaksakan kasus ini. Itu namanya menzolimi orang,” tutup Salahuddin.

Sebelumnya, Sekda Bantaeng, Abdul Wahab usai diperiksa mengklaim pelaksanaan penyaluran dana bansos dan hibah tidak menyalahi aturan.

Adapun perihal mekanisme penganggaran dana bansos dan dana hibah pada 2011 memang berada di tampilnya selaku Kepala Badan Pengelola dan Pendapatan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Banteng.

Wahab mengatakan bertanggungjawab terhadap penganggaran sebab Dia juga selaku kuasa pengguna anggaran. Sementara itu, Kepala Inspektorat Pemkab Bantaeng, Afris yang juga sempat diperiksa mengatakan jika LHP BPK Perwakilan Sulsel yang menemukan adanya laporan pertanggungjawaban dana bansos dan hibah Rp164 kita yang belum selesai, sebenarnya telah diselesaikan.(*)

 

PEMKOT-Makassar