Berkas Kasus Penikaman Polisi oleh Satpol PP Segera Dilimpah ke Pengadilan

Jaksa Penuntut Umum Kejari Makassar, Adrian Dwi S.

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar telah merampungkan berkas perkara kasus penikaman anggota polisi oleh satpol PP kota Makassar.

Dalam kasus ini, tim penyidik sudah menetapkan satu tersangka kasus penikaman terhadap  anggota Direktorat Sabhara Polda Sulawesi Selatan, Bripda Michael Abraham Riewpassa. Anggota satpol PP berinisial JSN (24) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penikaman tersebut.

“Berkas sudah P21, mungkin dua minggu kedepan akan kita limpahkan ke pengadilan,” ujar Jaksa Penuntut Umum Kejari Makassar, Adrian Dwi S.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa yang ditangani Kejari Makassar hanya berkisar masalah penikaman.

“Kita sudah adakan rekonstruksi kejadian di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan tersangka mengakui kalau dirinya yang melakukan penikaman tersebut. Kalau dari hasil rekonstruksi, sesudah melakukan penikaman terhadap korban, Tersangka  lari lalu membuang badik di sekitaran Balai Kota. Namun pada pagi harinya, petugas tidak menemukan badik tersebut,” imbuhnya.

“Tersangka sudah 4 tahun bekerja menjadi satpol PP di lingkup kota Makassar. Dan badik yang ia gunakan sebagai alat untuk menikam Bribda Michael adalah badik milik nya pribadi yang selalu ia bawa. Jadi bukan sangkur atau semacam senjata yang digunakan saat satpol PP bertugas,” pungkas nya.

Menurut Adrian, saat Balai Kota didatangi oleh sekelompok orang menggunakan pakaian peraman, sebetulnya tersangka sempat lari dari kelompok tersebut.

“Tersangka sempat lari dari kelompok yang mendatangi balaikota, tidak berapa lama kemudian dia bertemu lagi dengan kelompok tersebut, lari lagi hingga akhirnya dia bertemu korban dan langsung melakukan penikaman dibagian vital korban dengan badik sepanjang 10 centi meter,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, menurut saksi mata di tempat kejadian, begitu ditikam oleh tersangka, korban terjatuh dan perutnya terbuka karena luka tusuk tersebut.

Hingga saat ini, tersangka masih ditahan di rutan klas 1 Makassar. Ia membawakan, dua tim kuasa hukum yang mendampinginya tidak ada yang meminta penangguhan penahanan.

Kasus  penyerangan oleh puluhan anggota kepolisian di kantor Balaikota Makassar tersebut terjadi, Minggu (7/8/2016) lalu (*)

 

PEMKOT-Makassar