Kejati Sulsel Mulai Periksa Pejabat Pemda Maros Dalam Kasus Korupsi Bandara Sulhas


Salahuddin, Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel.

SUARACELEBES.COM, Makassar – Dalam rangka mengembangkan kasus dugaan korupsi dan mark up dana pembebasan lahan untu perluasan bandara Sultan Hasanudin, tim penyidik Kejakasaan Tingggi Sulsel, mulai memeriksa sejumlah pejabat pemerintah daerah Kabupaten Maros yang masuk dalam tim pelayanan perizinan terpadu (P2T).

Hal ini diungkap oleh Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, saat ditemui di kantornya, Rabu 18 Januari 2017

“Ada dua orang diperiksa terkait kasus tersebut yaitu, Kabag pemerintahan Maros, Dermawan. Ia diperiksa selaku P2T. Satu orang lainya adalah staf di Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa, Hermanto. Ia diperiksa juga sebagai P2T, karena pada saat itu Hermanto masih bertugas di BPN Maros,”jelas Salahudin.

Salahuddin mengatakan, keduanya diperiksa sebagai saksi guna mengembangkan kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kejati masih menelusuri tersangka lainya yang dirasa ikut bertanggung jawab dalam perkara ini,”ujarnya.

Sejauh ini, Kejati Sulselbar telah menetapkan 4 orang tersangka, yaitu Siti Rabiah dan Raba Nur. Raba Nur merupakan kepala desa Bajimangai Kecamatan Mandai. Dua orang lainya adalah kepala dusun Bado-Bado, Rasyid dan Camat Mandai, Machmud Osman.

Keempat orang tersangka tesebut kini telah di tahan Kejaksaan Tinggi Sulselbar. “Untuk tersangka Raba nur, Rasyid dan Machmud Osman untuk saat ini ditahan di Lapas Klas 1 Makassar. Sedangkan untuk Siti Rabiah ditahan di Rutan Klas 1 Makassar,”pungkasnya.

 

PEMKOT-Makassar