Penyidik Polda Belum Penuhi Rekomendasi Jaksa Soal Kematian Resky

Salahuddin, Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel.

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kasus Kematian Resky Evenia Syamsul hingga saat ini belum mengarah pada tahap perampungan. Pasalnya, rekomendasi Jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi dalam kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Makassar tersebut, belum dipenuhi penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan rekomendasi yang belum dipenuhi itu diantaranya penetapan tersangka baru selain tiga tersangka sebelumnya.

“Diterima oleh Jaksa pertama Andi Fitriana lalu kembali diteliti oleh tim. Biarlah dulu tim meneliti kembali, ” ujar Salahuddin beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Kepala Subdit IV Jatanras Polda Sulsel AKBP Agung Kanigoro sebelumnya mengaku kesulitan memenuhi petunjuk jaksa untuk menetapkan semua panitia pelatihan tanggap bencana TBM sebagai tersangka. Katanya, setelah memeriksa puluhan orang panitia, tidak semua berada di lokasi saat diduga terjadi penganiayaan terhadap korban.

Secara rinci para saksi yang diperiksa berjumlah total 61 orang, 25 orang diantaranya merupakan panitia TBM, selebihnya merupakan peserta yang mengikuti pelatihan di Desa Tombolo, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.

Untuk memenuhi rekomendasi jaksa, mencari bukti yang menguatkan keterlibatan pihak lain, penyidik lanjut Agung bahkan melakukan pengusutan maraton selama dua bulan lamanya. Hanya saja, hasilnya tetap sama hanya tiga panitia sekaligus mahasiswa FK UMI berinisial HJ, 21, SF, 19, dan WR, 21, yang terbukti kuat melakukan tindak pidana tersebut.

“Iya, belum belum ada bukti yang mengarah penetapan tersangka lain,” jelas Agung.

Rezky Evienia Samsul menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 7 Juni lalu. Mahasiswi semester VI ini sempat mengalami kritis selama tiga hari di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah mengikuti pengkaderan study klub Fakultas Kedokteran UMI di Pegunungan Tombolo, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat 3 Juni 2016.

PEMKOT-Makassar