JPU : Kasus Penikaman Bripda Michael Tak Perlu Otopsi

Terdakwa Jusman saat menjalani sidang kasus dugaan penikaman terhadap Anggota Kepolisian, Bripda Michael

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Sidang Kasus dugaan penikaman yang menyebabkan kematian Anggota Kepolisian, Bripda Michael dengan terdakwa Jusman, seorang Anggota Satpol PP Pemkot Makassar, kembali bergulir di Pengadilan Negri Makassar, Senin 06 Februari 2017.

Pada persidangan kali ini, jaksa penuntut umum mendapat giliran untuk membaca jawaban atas nota keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh pihak terdakwa pekan lalu.

Salah satu poin yang menjadi isi dari nota keberatan terdakwa ialah tidak dilakukannya otopsi terhadap korban untuk mengetahui penyebab kematian. Penyidik Polda Sulsel hanya melakukan visum et repertum yang dimana menurut tim kuasa hukum terdakwa tidak kuat untuk menjadi bukti menyeret terdakwa sebagai pelaku penyebab Bripda Michael tewas.

Jaksa dalam jawabannya menyebutkan bahwa, pada kasus dugaan penikaman terhadap Bripda Michael tak perlu dilakukan otopsi karena menjadi wewenang tim penyidik untuk menentukan langkah pembuktian penyebab kematian korban. Sementara dalam kasus ini, tim penyidik hanya meminta hasil visum saja.

“dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan maupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran atau dokter atau ahli lainnya,’’ ungkap Jaksa dalam sidang

Permintaan keterangan ahli yang dimaksud oleh Jaksa pun mengarah pada hasil visum yang telah dikeluarkan oleh dokter forensik Polda Sulsel terhadap korban yang menyebutkan bahwa terdapat trauma benda tajam pada korban.

“pendapat keterangan ahli tersebut kemudian disebut visum et repertum, dimana visum yang dimaksudkan tidak bertentangan dengan KUHP,” tambahnya

Tim Kuasa Hukum terdakwa, Abdul Azis
Tim Kuasa Hukum terdakwa, Abdul Azis

Sementara itu, tim kuasa hukum terdakwa, Abdul Azis membantah bahwa suatu tindak pidana cukup dibuktikan hanya dengan hasil visum terhadap korban. “hanya mengandalkan visum, sementara visum itu hanya tafsir akibat sebuah benda dan tidak cukup menjadi bukti menyeret terdakwa,” jelas Azis

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada tubuh korban Bripda Michael terdapat dua luka, yakni pada punggung dan pinggang. Dua luka tersebut salah satunya ialah akibat luka tusukan yang terdapat di punggung sebelah kiri korban sedalam 15 cm. Sementara luka pada pinggang mendekati perut hingga saat ini belum diketahui.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan pihak terdakwa menuntut untuk dilakukannya otopsi terhadap korban agar mengetahui secara pasti penyebab kematian salah seorang Anggota Kepolisian, Bripda Michael saat terjadi penyerangan di kantor Balaikota Makassar beberapa bulan yang lalu.

Sidang selanjutnya akan bergulir pekan depan dengan agenda pembacaan putusan sela oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Cening Budiana di Pengadilan Negri Makassar.

PEMKOT-Makassar