Keterangan Saksi Berubah Dalam Sidang, Sekda Sinjai : Saya Juga Heran Kenapa Mereka Begitu !

Tayyeb A. Mappasere, Sekda Kabupaten Sinjai usai menjalani sidang dugaan korupsi.

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Sidang dugaan tindak pidana korupsi pembayaran gaji PNS di Kabupaten Sinjai dengan terdakwa tunggal, Sekretaris Daerah Pemda Sinjai, Tayyeb A. Mappasere kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Makassar.

Persidangan kali ini, jaksa menghadirkan dua saksi yakni Kepala sub bagian keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Sinjai, Awaluddin dan Eks Kepala Dinas Kelautan, Budiaman. Keduanya memberi keterangan terkait mekanisme pembayaran gaji pegawai di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Sinjai.

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Bonar Harianja, bersama dua Hakim lainnya yakni Paelori dan Suparman Nyompa terus mencecar kedua saksi dengan sejumlah pertanyaan. Anehnya, kedua saksi terkesan plin plan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan Majelis hakim berkaitan dengan prosedur pembayaran gaji, dimana saat itu saksi Awaluddin bertindak sebagai Bendahara Pengeluaran yang bertugas memncairkan gaji pegawai setelah Surat Perintah Pencairan ditandatangani.

Bukan hanya itu, saksi Awaluddin bahkan mengubah keterangan yang sebelumnya ia sampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat penyidikan dengan fakta yang terungkap dalam persidangan.

“sodara saksi ini bagaimana, di BAP bilang mengetahui, nah sekarang justru bilang tidak tahu,” tegur Majelis Hakim, Bonar Harianja

Kesal dengan keterangan saksi yang berubah-ubah, Terdakwa Tayyeb menyatakan dirinya pun heran dan menduga bahwa saat penyidikan dirinya tak hadir sehingga saksi-saksi mengatakan hal yang berbeda ketika dihadapkan langsung dalam persidangan.

“saya juga heran, sama penyidik bilang tahu, didepanku bilang tidak tahu, ditanya soal siapa atasan langsung kepala dinas saja mereka tidak tahu,” kesal Tayyeb usai menjalani sidang di ruang Sultan Hasanuddin.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Bonar Satrio Wicaksono menyatakan bahwa hal yang wajar terjadi jika saksi mengubah keterangannya. Ia berdalih bahwa keterangan dalam BAP hanyalah dasar yang digunakan untuk melanjutkan pembuktian dalam sidang.

“keterangan dalam sidang itu lebih kuat daripada yang ada di BAP, hal yang biasa kok kalau ada saksi yang mengubah keterangan seperti itu, kita kembalikan ke majelis untuk menilai keterangan saksi-saksi tadi,” ungkap Bonar

Sebelumnya, terdakwa Tayyeb A. Mappasere diduga dengan sengaja tidak mengusulkan pemberhentian sementara terhadap 10 PNS yang terlibat perkara tindak kejahatan jabatan atau tindak pidana korupsi kepada Bupati Sinjai.

Selain itu, setelah 10 PNS dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum atau inkrah, terdakwa kemudian tidak mengusulkan pemberhentian secara tidak terhormat dan melakukan pembiaran pembayaran gaji pokok dan tunjangan struktural terhadap 10 PNS tersebut. Sehingga PNS yang terlibat kasus korupsi tersebut masih menerima gaji setiap bulannya.

PEMKOT-Makassar