Aliyah Mustika Tanamkan Nasionalisme di Bontonompo

SUARACELEBES.COM- Bangsa Indonesia dikenal sebagai Bangsa yang penuh dengan nilai-nilai kesopanan, penuh kasih sayang dan memiliki jalinan persaudaraan satu dengan lainnya yang sangat erat. Nilai luhur ini harus terus dipertahankan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut dikemukakan anggota DPR/MPR RI Aliyah Mustika Ilham dihadapan ratusan warga Bontonompo Gowa pada acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan, di Tamallayang, Bontonompo Gowa, Sabtu (18/2/2017).

IMG_1358

Menurut legislator komisi IX ini, 4 pilar kebangsaan meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Program Sosilisasi 4 pilar kebangsaan ini, merupakan program dari MPR RI. Tujuan dari kegiatan sosialisasi 4 Pilar Negara RI adalah pembelajaran bersama masyarakat untuk mengerti apa itu, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Memahami 4 pilar tentu saja akan memperkuat jiwa nasionalisme kita, mengimplementasikannya dalam kehidupan sebagai warga negara adalah kewajiban kita semua,” kata isteri Walikota Makassar dua periode ini.

Mantan Ketua KPU Sulsel, Dr. Jayadi Nash yang hadir sebagai pemateri, mengatakan, kebebasan berpendapat menandai lahirnya era reformasi, tapi seringkali kebebasan tersebut dimaknai bebas tanpa batas.

Kesalahan pemahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial. Tentu saja, hal tersebut sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ideologi Pancasila sebagai dasar negara, kata Jayadi, tidak boleh berubah seiring dengan perubahan zaman saat ini, sebab Pancasila merupakan dasar negara yang harus dipertahankan dan menjadi ideologi bangsa.

Dia menjelaskan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika merupakan empat pilar yang harus menjadi pedoman hidup masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar bangsa ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” Ungkapnya.

Selain itu, kebhinekaan dan perbedaan merupakan suatu hal yang tidak bisa dilekatkan di dalam kehidupan bangsa Indonesia yang memang multikutural dan multietnis.

“Oleh sebab itu, konsep Bhineka Tungga Ika akan sangat relevan untuk dapat dipertahankan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI. Penanaman dan penguatan itu harus dimulai sejak dini supaya bangsa Indonesia tetap kokoh dan terhindar dari berbagai ancaman,” katanya.

Hadir juga dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Gowa komisi IV dari fraksi partai Demokrat, Asriadi Arasy.

“Sosialisasi ini digelar di Bontonompo itu karena kepedulian ibu Aliyah kepada warga Gowa yang membawa program ini ditengah kita,” ungkapnya.

PEMKOT-Makassar