Sidang Penikaman Di Balaikota, Saksi Akui Ada Suara Letusan Senjata Saat Penyerangan

Terdakwa Jusman saat menjalani sidang kasus dugaan penikaman terhadap Anggota Kepolisian, Bripda Michael

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kasus dugaan penikaman terhadap Bripda Michael saat penyerangan Kantor Balaikota, kembali bergulir di Pengadilan Negri Makassar. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan lima orang saksi, yang seluruhnya merupakan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pemkot Makassar.

Lima orang saksi ini adalah Handriatno, Supardi, Syarifuddin, Sapri dan Abdulrahim. Salah satu saksi, Supardi mengatakan pada saat terjadi penyerangan dia bersama rekannya tengah beristirahat di mess satpol PP yang letaknya masih dalam lingkup balaikota Makassar.

Dihadapan majelis hakim, saksi Supardi juga mengaku mendengar suara letusan, sehingga ia keluar untuk mengetahui sumber letusan tersebut.

“Saya bersama anggota satpol PP lainnya sedang beristirahat. Tiba-tiba saya dengar suara letusan dua kali. Saya keluar, kemudian ada yang memukul saya. Setelah dipukul saya kemudian sembunyi di salah satu ruangan di dalam balaikota,”ujar Supardi dalam persidangan.

Hal serupa juga diakui oleh Sapri yang merupakan Komandan pleton dan berada disekitar mess saat itu. Sapri bahkan meyakinkan Majelis Hakim bahwa suara letusan yang dia dengarkan berasal dari suara senjata. Sehingga sontak ia pun bersama anggotanya berhamburan mencari sumber letusan itu.

“Pada saat kejadian saya sedang duduk di dekat mess. Tiba-tiba saya dengar suara letusan. Saya yakin suara letusan itu adalah suara senjata api,”ujar Sapri.

Saat sejumlah anggota Satpol PP keluar, para saksi ini mengaku tiba-tiba diserang dan dipukul. Sehingga Sapri dan Supardipun memilih untuk mencari tempat sembunyi, hingga akhirnya mereka diamankan dan mendapat pengobatan.

“Setelah di obati sedikit di lantai atas. Saya bersama sembilan orang rekan saya termasuk terdakwa Jusman kemudian dibawa kerumah sakit untuk mendapat pengobatan. Setelah selesai di rumah sakit, kami dibawa ke aula denpom,”imbuhnya.

Menurut Sapri, saat berada di tempat persembunyian itulah dirinya di telepon oleh Jusman. Melalui telepon itulah, Sapri mengaku mendengar suara seperti Jusman yang mengaku bahwa dirinya yang menikam Anggota Polisi.

“Saya ditelfon oleh nomor baru. Tapi saya yakin itu Jusman karena suara nya mirip suara Jusman. Pada saat itu dia bertanya saya dimana dan bagaimana keadaan saya. Terus saya jawab saya ada riumhajnya Cahyadi dan saya baik-baik saja. Waktu itu tiba-tiba dia bilang ‘ Jangan ki ribut saya yang tikam itu Sabhara,” jelas Sapri.

Ia menceritakan saat dirinya mendapat pengakuan dari Jusman, ia merasa kaget dan tidak mampu berkata-kata. Ia mengatakan “Saya kaget dan terdiam. Terus saya tanya, dengan apa dia menikam. Terus dia menjawab dia tikam dengan badik.”

Sayangnya, pada siding hari ini Majelis Hakim tidak menyelesaikan pemeriksaan terhadap lima saksi yang hadir dan memilih untuk menunda siding hingga esok hari.

PEMKOT-Makassar