Majelis Hakim Minta Jaksa Hadirkan Bupati dan Wakil Bupati Lutra Dalam Sidang Korupsi DID

Indah Putri Indriani, Bupati Lutra. (int)

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kasus Korupsi Dana Insentif Daerah Kabupaten Luwu Utara tahun 2011 kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Makassar dengan dua terdakwa yakni Samirin, mantan Kadis Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Lutra dan Andi Agung, Kasi Sarana dan Prasaran Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Lutra.

Dalam sidang dengan agenda keterangan saksi, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Muhammad Ansar Majid dengan tegas meminta kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan seluruh saksi, termasuk Mantan Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi dan Bupati Luwu Utara yang menjabat selaku Wakil Bupati saat itu, Indah Putri Indriani.

“jaksa kalau bisa hadirkan semua saksi, jangan hanya saksi yang terang perannya seperti ini, kita harus tau jangan sampai mereka justru lebih mengetahui,” Ujar Hakim Ketua, Muhammad Ansar

Berdasarkan fakta persidangan, telah terungkap bahwa salah satu Saksi yakni Adam yang saat itu merupakan salah satu pegawai pada Kantor Inspektorat Kabupaten Luwu Utara mengaku telah membuat rincian penggunaan Dana Insentif Daerah Kabupaten Luwu Utara tahun 2011 sebesar 24 Milyar rupiah berupa konstruksi dan rehabilitasi bangunan sekolah.

Namun selang beberapa hari, Adam kembali dipanggil untuk mengubah peruntukan DID tersebut menjadi pengadaan barang dalam bidang pendidikan.

“saya dimintai tolong oleh terdakwa sarimin dan agung untuk membuat rincian penggunaan anggaran itu Majelis, setelah saya selesaikan, saya kembali dipanggil untuk mengubahnya dari konstruksi fisik menjadi pengadaan barang,” ungkap Adam

Tak hanya itu, Adam juga mengaku bahwa ia mengganti nama Bupati Arifin Junaidi yang seharusnya bertandatangan dalam proyek tersebut menjadi nama Wakil Bupati saat itu yakni Indah Putri Indiriani.

“awalnya yang bertandatangan adalah bupati, tapi diganti menjadi wakil bupati saat itu, perubahan itu dilakukan bersamaan saat proses penggantian tujuan peruntukan dana tersebut , Majelis, ” tambahnya

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Majelis Hakim yang terdiri atas Muhammad Ansar selaku Hakim Ketua, Abdulrazak dan Suparman Nyompa selaku Hakim Anggota untuk meminta Jaksa menghadirkan saksi termasuk Bupati dan Wakil Bupati saat itu.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Jaksa Penuntut Umum mengaku akan mencoba untuk melakukan pemanggilan serta berkordinasi dengan tim jaksa untuk pemanggilan saksi saksi sesuai permintaan Majelis Hakim.

PEMKOT-Makassar