Terbongkar, Tim IYL-Cakka Caplok Data dan KTP Satu Desa di Pangkep

SUARACELEBES.COM, PANGKEP – Sejumlah warga di desa Kabba, Kacamatan Minasatene Pangkep resah akibat data dan Kartu Tanda Penduduk Elektroniknya (eKTP) dicaplok oleh tim sukses bakal calon gubernur Sulsel untuk kepentingan pendaftaran di jalur perseorangan.

Salah satu warga yang dicaplok KTP-nya, Khalijah mengungkapkan dirinya tidak mengetahui bila ada formulir isian untuk dukungan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel yang isinya biodata singkat, tanda tangan plus fotokopi KTP miliknya.

Ia merasa tidak pernah mengisi lembar formulir untuk mendukung kandidat gubernur Sulsel. Apa lagi memberikan fotokopi KTP.

“Saya mengetahui ini setelah salah satu keluarga saya men-tag nama saya di sosial media. Awalnya saya kira dia cuma iseng setelah saya cek di kantor desa, ternyata ada lembaran yang berisi nama dan KTP saya, ” kata Khalijah kepada wartawan, Senin, 11 Desember 2017.

Dia mengaku keberatan dengan kejadian itu. Apa lagi tanda tangannya dipalsukan. “Saya keberatan. Tanda tangan saya dipalsukan lagi, ” tegasnya.

Tak hanya namanya, kata dia, data dan KTP keluarganya juga dicaplok. “Mungkin satu desa saya dicaplok semua data dan KTPnya, ” ujar ibu rumah tangga ini. “Saya liat ada banyak dalam plastik. Bersusun, ” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan bila data dan KTP yang ada di kantor desa itu berasal dari KPU, yang tujuannya untuk memverifikasi secara faktual pemilik KTP.

“Itu dari KPU. Karena ada namaku jadi saya dipanggil ke kantor desa, ” kata Khadijah.

Saat ini, kata dia, pihak KPU sedang mendatangi rumah-rumah warga di desanya.

Selain Khalijah, pemuda di desa ini, Andaq Hidayat mengatakan data diri dan KTP-nya juga diklaim. Padahal dia tidak pernah mengisi formulir dan menyerahkan KTP dukungan.

PicsArt_12-11-10.17.57

Paling parah, kata dia, data dan KTP orang meninggal juga ditemukan ikut mendukung. “Pokoknya satu desa Kabba ini mereka palsukan, ” kata dia.

Sementara formulir isian itu tercantum nama calon gubernur Ichsan Yasin Limpo dan Calon Wakil Gubernur Ir H. A. Musakkar.

Salah satu petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Minasatene, Syamsul yang dikonfirmasi belum bisa mengeluarkan keterangan soal adanya kejadian ini.

“Saya cuma anggota tidak punya kewenangan untuk komentari itu, ” ujarnya.(RL)