Dosen STITEK Balik Diwa Edukasi Masyarakat Galesong Manfaatkan Limbah Tulang Ikan

SUARACELEBES.VOM, TAKALAR – Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (STITEK) Balik Diwa Makassar, Jawiana Saokani Sofyan SSi MPd melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan jalan mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatkan limbah tulang ikan.

Pihaknya mengedukasi penduduk Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan memanfaatkan tulang ikan untuk diubah menjadi tepung sebagai bahan tambahan pada pakan ternak (pelet). Bekerjasama dengan Dr Indra Cahyono MM, Jawiana memberi penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat agar tulang ikan diubah menjadi tepung tulang. “Kami melihat kondisi ini. Banyak tulang ikan yang tidak dimanfaatkan,” katanya.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti. Pelaksanaan kegiatan diarahkan untuk memecahkan permasalahan dan memberi solusi yang meliputi permasalahan produksi dan manajemen pemasaran pada dua koperasi binaan. “Kami membina 2 mitra. Adapun mitra pertama yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahaya Karmila. Mitra kedua, Koperasi Serba Usaha (KSU) Turin. KUB Cahaya Karmila merupakan kelompok nelayan tangkap yang sudah lama terbentuk,” paparnya saat diwawancarai di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/10/2018).

Ada beberapa tahapan dalam proses pembuatan tepung tulang ikan. Pertama, dengan membersihkan tulang ikan dari sisa sisa daging ikan. Setelah itu tulang ikan dicuci kembali kemudian dikukus. Usai dikukus dilanjutkan dengan memasukkan dalam oven agar kadar air dalam tulang bisa hilang. Setelah beberapa menit dalam oven dimana diperkirakan kadar air telah berkurang atau hilang, maka diangin-anginkan sejenak. Kemudian, barulah dimasukkan ke dalam blender untuk dihancurkan.

Setelah hancur tepung tulang ikan tersebut disaring untuk menghilangkan sisa-sisa tulang yang susah hancur. Tepung tulang ini sangat bermanfaat untuk pakan ternak karena mengandung nutrisi yang cukup banyak dan juga kalsium yang cukup tinggi, sehingga baik untuk pertumbuhan ternak. Tepung tulang ikan ini ditambahkan pada pakan ternak. Kadar kalsiumnya tinggi. “Dengan diversifikasi atau subtitusi tepung tulang ikan, itik petelur menghasilkan telur yang rendah kolesterol,” katanya.

Adapun kegiatannya dilakukan melalui penyuluhan dan pendemonstrasian bahan baku agar menjadi tepung tulang ikan yang berkualitas. Adapun kerjasama dengan koperasi terkait cara mengemas dan memasarkan tepung tulang ikan. “Dimana tepung tulang ikan ini dibutuhkan oleh industri makanan, terutama industri pakan ternak,” ujar Jawiana.

Waktu pelaksanaan program, katanya, selama 4 bulan. “Jadi, pelaksanaan program ini pada Mei hingga September 2018. Sejak Maret 2018, kami sudah melakukan survei,” kata Jawiana.(*)