Dua Tersangka KM Lestari Maju Ditahan, Pemilik Kapal Bebas?

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kasus tenggelamnya KM Lestari Maju yang menewaskan 36 penumpang di perairan Kepulauan Selayar belum usai.

Melalui, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin, telah menjelaskan bahwa kedua tersangka yakni Nahkoda Kapal, Agus Susanto dan Syahbandar Uwat Maryanto telah dilimpahkan ke tahap dua dan kini telah ditahan di jaksa Kejari Selayar.

“Nahkoda kapal bernama Agus Susanto dan Kuat Maryanto Syahbandar itu sudah tahap dua dan langsung ditahan sama jaksa di Selayar,” ucapnya, Kamis (15/11/18).

Tidak hanya dua tersangka, lanjutnya, pihak Kejati masih akan menunggu pelimpahan berkas tersangka lain yakni, pemilik kapal KM Lestari Maju.

“Selain itu, Penyidik Polda juga telah menyiapkan berkas pemilik kapal. Dan sampai saat ini kita masih menunggu. Setelah berkas dilimpahkan kita akan langsung kordinasi lagi dengan jaksa Kejari Selayar untuk menahan pemilik kapal,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai tersangka pemilik kapal KM Lestari, Hendra Yowono Njo, yang dikeluarkan dari sel tahanan, Polda Sulsel mengatakan bahwa alasan masa penahanan di Polda sudah habis selama 120 hari.

“Mengapa ada tesangka keluar demi hukum, karena masa penahanan yang merupakan kewenangan Polri sudah habis, mengingat lamanya turun P21 (dari Kejaksaan),” kata Yudiawan, belum lama ini Dir Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan.

Ia juga menjelaskan bahwa perpanjangan penahanan tersebut sudah merupakan tanggungjawab Kejaksaan. Meski tersangka sudah dikeluarkan dari sel tahanan bukan berarti kasusnya berhenti begitu saja, tetapi tetap lanjut sampai proses sidang.

Hendra Yowono Njo merupakan salah satu dari tiga tersangka tenggelamnya KM Lestari Maju di Kepulauan Selayar. Kedua tersangka lain yakni nakhoda KM Lestari Maju, Agus Susanto dan perwira Syahbandar Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Kuat Maryanto,

Ketiganya ditetapkan tersangka karena dinilai lalai saat menjalankan tugas, sehingga mengakibatkan KM Lestari Maju tenggelam hingga menewaskan 36 penumpang.

Sehingga mereka bertanggung jawab penuh atas kejadian itu. Nakhoda sebagai penanggungjawab kecelakaan kapal dan perwira Syahbandar dinilai lalai memberikan izin berlayar meski kapal tersebut melebihi kapasitas.

Atas kelalaiannya, tersangka dijerat pasal 320 subsider pasal 112 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juncto pasal 359 KUHP untuk nahkoda. Perwira Syahbandar dijerat pasal 303 subsider pasa 117 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juncto pasal 359 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.