Ini 7 Alasan Kenapa Arif Saleh Layak Diberi Kesempatan, Nomor 7 Sesuatu

SUARACELEBES.COM, WAJO- Nama calon anggota DPRD Wajo Dapil I Kecamatan Tempe, M.Arif Saleh, S.Hi, makin diperhitungkan untuk merebut kursi wakil rakyat di Pemilu April 2019 mendatang.

Meski tercatat sebagai pendatang baru di Pemilu, tapi MAS BRO (M.Arif Saleh Bersama Rakyat Wajo), perlahan mulai mendapat tempat di hati pemilih. Ia punya sisi pembeda yang layak mewakili sekaligus memperjuangkan aspirasi rakyat di parlemen.

Usianya yang masih tergolong muda, serta memiliki sederet pengalaman, menjadi modal berharga bagi putra kelahiran Surae, Kelurahan Wiringpalennae ini. Ditambah lagi, punya niat tulus pulang untuk mengabdi.

Berdasar rangkuman, sedikitnya ada 7 alasan kenapa caleg nomor urut 7 dari Partai Nasdem ini layak kita dukung. Berikut 7 alasan yang harus kita jadikan pertimbangan.

1. Santun dan Mudah Berkomunikasi

Arif Saleh merupakan pribadi yang santun. Ia bisa menempatkan diri jika berbicara dengan orang yang jauh lebih tua dengannya. Begitu pun mampu menyesuaikan diri kalau bercengkrama dengan berbagai komunitas. Ia tak kaku dalam berkomunikasi. Tak ada jarak. Jika orang yang ditemaninya bicara lebih tua dari umurnya, maka Arif langsung menyapa dengan kata “Deng”, atau “Fung”.

Berkomunikasi dengannya juga tak perlu formal. Di Warkop atau di tempat umum pun, ia bisa melayani. Ditambah lagi mudah akrab dengan seseorang. Termasuk ke caleg lain yang dipersepsikan sebagai saingannya. Kesan makkiade (beradat) tergambar dari tutur kata dan tingkahnya.

2. Perpaduan As’adiyah, Khalwatiyah dan HMI

Arif Saleh tercatat sebagai alumni As’adiyah. Mulai dari MIA 45 Surae, MTS I Putra As’adiyah, hingga Aliyah Putra As’adiyah. Di angkatannya, merupakan alumni pertama Aliyah As’adiyah di Kampus II Macanang tahun 1999.

Selain As’adiyah, darah Khalwatiyah Samman juga mengalir ke Arif Saleh. Pasalnya, orang tua Arif, Haji Salehe merupakan salah satu Khalifah Khalwatiyah di Wajo. Tak heran jika Arif juga akrab dan sering berinteraksi langsung dengan jamaah Khalwatiyah.

Tak hanya itu, Arif adalah kader NU yang aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat masih tercatat sebagai mahasiswa di UIN Alauddin Makassar.

3. Eks Jurnalis ‘Spesialis’ Isu Politik

Semasa aktif sebagai jurnalis sebelum memutuskan ‘pensiun dini’, Arif Saleh banyak ditugaskan di liputan politik. Mulai Pilpres, Pemilu, Pilgub, Pilkada/Pilwakot, hingga kegiatan parpol. Tak heran, banyak elit politik, pengamat yang akrab dengannya, terutama di level provinsi Sulsel.

Pengalamannya di desk politik berjanjut saat Arif Saleh diberi kepercayaan sebagai redaktur halaman politik Koran SINDO, dan penanggung jawab halaman 1 Koran SINDO, serta halaman politik Harian INILAH Sulsel. Ia punya ciri khas dalam meramu isu-isu politik nasional, maupun lokal.

4. Berkarier di Lembaga Survei Nasional

Semenjak memutuskan ‘pensiun’ dari dunia kewartawanan, Arif Saleh bergabung di lembaga survei dan konsultan pemenangan yang bermarkas di Jakarta, yakni Jaringan Suara Indonesia (JSI). Arif langsung diangkat sebagai karyawan tetap dengan menempati posisi supervisor pemenangan.

Selama kurang lebih 5 tahun, Arif berkantor di Jakarta, maupun mendapat penugasan melakukan pendampingan ke kandidat gubernur, kandidat bupati/walikota diberbagai daerah di Indonesia yang menggelar Pilkada.

5. Juru Bicara dan ‘Peracik’ Isu Media

Arif Saleh juga banyak dikenal oleh masyarakat di Kabupaten Barru. Terutama ketika dipercaya sebagai Juru Bicara Bupati Barru Andi Idris Syukur di Pilkada 2015. Komentar dan tulisan-tulisannya saat itu, ikut membantu terpilihnya kembali eks Plt Bupati Wajo tersebut.

Di samping sukses sebagai juru bicara, Arif Saleh juga adalah peracik isu-isu media, serta profil sejumlah kandidat bupati/walikota, maupun calon gubernur yang ditangani JSI. Di Pilkada 2018 misalnya, Arif adalah salah satu penanggungjawab media Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar. Begitu pun, perancang isu media, profil, serta peracik berbagai tulisan Pasangan Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) di Pilkada Wajo.

6. Matang dan Berpengalaman di Organisasi

Pria kelahiran 23 Februari 1982 ini, semenjak mahasiswa hingga sekarang, banyak berkecimpung di organisasi. Mulai organisasi kepemudaan, kedaerahan, keagamaan, sosial, maupun organisasi jurnalis.

Tak heran, Arif pernah menduduki sejumlah posisi penting di organisasi. Diantaranya, Ketua Umum UKM LIMA Washilah UIN Alauddin, Ketua Umum LAPMI HMI Cabang Gowa Raya, Ketua Litbang Bakornas LAPMI PB HMI di Jakarta, Ketua Umum Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar), Pengurus PP Himpunan Pelajar Mahasiswa Wajo (Hipermawa), Pengurus Forum Komunikasi Alumni As’adiyah (FKMA) UIN Alauddin, pengurus BEM Fakultas Syariah UIN, serta organisasi lainnya.

Selain itu, pernah mendapat undangan dari Pemerintah Jepang untuk studi banding selama sekira sebulan di Jepang mengenai sistem transportasi massal. Arif merupakan perwakilan asal Sulsel.

7. Spirit Baru di Wajo

Selain enam alasan di atas, Arif Saleh layak disebut sebagai salah satu spirit baru di Wajo. Ia masih muda, energik, produktif: Ditambah lagi, ia vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

Berbekal sederet pengalamannya di luar Wajo selama ini, juga diyakini bisa memberi pengaruh positif untuk kemajuan Wajo jika kelak diamanahkan sebagai wakil rakyat. Apalagi, rekam jejaknya tak pernah tersangkut dengan kasus hukum. Arif merupakan caleg yang punya kapasitas dan berintegritas.

Dari 7 alasan yang terurai, maka sepantasnya Arif Saleh patut dipertimbangkan untuk menjadi wakil rakyat. Ia punya niat tulus mengabdi dan memajukan kampung halamannya. Dan sungguh sayang, jika sosok seperti Arif Saleh tak diberi ruang dan kesempatan oleh rakyat.(*)