Jelang Pemilu, Ketua DPR Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Sikap Persaudaraan

kpu

SUARACELEBES.COM, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak semua elemen bangsa agar dapat menjaga sikap persaudaraan dan suasana yang damai dalam masa waktu jelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2019 ini. Menurutnya, Pemilu bukanlah ajang untuk saling melemahkan ataupun menjatuhkan, melainkan sebagai ajang untuk membuat kebersamaan dalam persaudaraan diantara sesama anak bangsa.

“Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana yang sejuk dan damai, jauh dari rasa permusuhan dan pertentangan,” ucap Bamsoet, sapaan akrabnya, saat membacakan Pidato Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2018-2019, di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (07/1/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Bamsoet mengimbau kepada masing-masing tim kampanye pemenangan Capres dan Cawapres agar bisa menahan diri dan lebih mengutamakan kepada kampanye yang berkualitas, dengan cara adu gagasan dan adu program, demi terwujudnya kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kepada penyelenggara Pemilu, Bamsoet mengajak untuk tetap menjaga sikap netralitas, independensi, dan profesionalisme dalam melakukan kinerjanya. Hal tersebut dimaksudkan supaya pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan jujur, adil, dan damai sebagaimana yang diharapkan.

“Keberhasilan kita menjalankan Pemilu secara damai untuk kesekian kalinya akan menempatkan Indonesia sebagai champion of democracy baru yang diakui oleh dunia,” tandas legislator Partai Golkar itu sembari menutup pidato dengan menyampaikan dua buah pantun yang berisi imbauan.

Isi pantun tersebut adalah “Bila kembang ditaman tampak layu, segera siram agar kembali indah, agar terpilih pemimpin yang amanah.’ Dan pan

Isi pantun tersebut adalah ‘Bila kembang ditaman tampak layu, segera siram agar kembali indah. Ajak semua masyarakat peduli Pemilu, agar terpilih pemimpin yang amanah’. Dan pantun kedua berbunyi, ‘Sepasang burung terbang serasi, tampak melintas dibalik awan. Pemilu ibarat pesta demokrasi, kompetisi jangan merusak persatuan’. (*)