Dewan Minta Patung Kuda di CPI Dibongkar, 12 Hektare Lahan Pengganti Juga Belum Ada

kpu

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR—DPRD Sulsel meminta kepada gubernur Sulsel agar memerintahkan aparatnya membongkar patung kuda yang ada di jalan masuk kawasan Centre Poin of Indonesia (CPI). Alasannya keberadaan patun tersebut menyalahi aturan karena dibangun di atas lahan milik pemprov Sulsel.

“Mereka tidak punya landasan hukum membangun patung kuda di lahan tersebut. Itu aset pemprov Sulsel yang disalahgunakan,” kata Ketua Komisi B DPRD Sulsel Selle Ks Dalle, Rabu 9 Januari 2019.

Manajemen pengelola CPI dianggap melakukan penyerobotan lahan. “Kami atas nama DPRD meminta agar patung itu dibongkar,” kata Selle berapi-api.

Dia pun mengingatkan bahwa lahan pengganti 12 hektar yang dijanjikan pihak CPI tak kunjung ada. “Akhir desember 2018 dijanjikan segera ditunjukkan tapi sampai sekarang belum ada. Ini sudah jadi temuan BPK,” terang legislator Demokrat ini.

Ide pengembangan Kawasan Reklamasi Centre Point of Indonesia yang dicetuskan pada tahun 2009 oleh Pemprov Sulsel dan teIah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Provinsi Sulawesi SeIatan ini, bertujuan untuk menstimuIIr pertumbuhan ekonomI kota Makassar dan Provinsi SuIseI pada umumnya, yang didalamnya akan dibangun Kawasan KomersiaI Modern dengan desain yang sangat Istimewa, karena menjadi satu-satunya KAWASAN CBD yang dilengkapi dengan ruang publik seluas 50 ha atau sekitar 32% dari Iuas keseIuruhan Kawasan Centre Point of Indonesia sebesar 157 ha.(*)