Diduga Libatkan Bupati Bulukumba, Akbar Faizal Minta Kejati Sulsel Tuntaskan Kasus Suap Proyek Irigasi RP49 M

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR -Seorang oknum pegawai negeri sipil asal Kabupaten Bululumba, Andi Ichwan AS mengadu ke Anggota komisi III DPR-RI Akbar Faizal, terkait kasus dugaan korupsi suap proyek irigasi di Kementerian PUPR. Andi Ichwan AS tak hanya menceritakan persoalan tersebut juga menyerahkan sejumlah dokumen kasus proyek irigasi yang juga diduga turut menyeret nama Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali.

“Tugas dan fungsi saya adalah pebgawasan hukuk yang bermitra dengan kejaksaan kepolisian, kejaksaan dan KPK. Masalah ini sudah lama, saya bersedia mengambil sikap setelah saya dengar secara utuh permasalahan dari yang bersangkutan,” kata Akbar Faizal di Hotel Claro, Minggu (13/01/2019) saat menerima dokumen kasus dugaan korupsi tersebut dari Andi Ichwan AS.

Politikus Nasdem tersebut akan membawa kasus dugaan yang melibatkan orang nomor satu di Kabupaten Bulukumba itu

“Saya ini menggunakan kewenaganan pengawasan saya. Saya tidak mau ada permasalahan di daerah saya. Untuk itu, saya meminta kasus ini yang sudah ditangani Kejati Sulsel, dan sudah diperiksa oleh KPK korban, agar terus tingkatkan,” ungkapnya.

Akbar mendesak Kejati Sulsel untuk segera menindak lanjuti dan menyelesaikan kasus ini. “Bahkan konon kabarnya alat bukti sudah cukup,” jelasnya.

Menurut Akbar, keterlibatan dirinya tidak sampai masuk ingin mencampuri pokok perkaranya.

”Sebagai mitra menggunakan kewenangan saya. Kejati harus menyelesaikan kasus ini, dan menetapkan status sebenarnya, termasuk kepada Bupati Bulukumba (AM Sukri Sappewali),” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Andi Ichwan mengatakan bahwa dirinya sebagai pelapor dan banyak terlibat dalam proses terealisasinya proyek irigasi tersebut siap menerima resikonya jika nama ikut terseret.

“Saya dari awal yang mengurus proyek irigasi ini di Kementerian PUPR diberikan SK Oleh Bupati Bulukumba. Pengurusan proyek irigasi itu pada tahun 2017 lalu, dan terealisasi pada tahun 2018. Jadi saya tahu betul proyek ini ada transaksi suap. Dan saya laporkan permasalahan ini ke kejaksaan dan KPK sudah saya tahu konsemunsinnya dan saya siap menghadapinya jika saya ikut terseret dalam kasus ini,” kata Ichwan kepada Awak Media.

Sekadar diketahui, dalam kasus ini, penyidik Kejati Sulsel telah memeriksa Andi Ikhwan selama 3 kali, selain itu kejati
juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait dengan kasus dugaan suap tersebut. Bahkan, tim khusus telah dibentuk untuk menyelidiki kasus dugaan tindak korupsi suap untuk proyek irigasi senilai Rp49 miliar dari Kementerian PUPR. “Saya sudah menjalani pemeriksaan di Kejati selama 3 kali dan di KPK selama dua kali,” ungkap Ichwan.

Diakhir pertemuan itu, Akbar Faizal meminta masyarakat Bulukumba agar tenang dalam penyelesaian kasus ini. “Masyarakat Bulukumna agar tetap tenang,  hukum akan berdiri seadil adilnya. Kasus ini harus diselesaikan, agar Sulsel bersih dari praktek seperti ini,” tegas Akbar Faizal.

Diketahui pada pilkada Bulukumba, partai Nasdem mendukung Andi Sukri Sappewali. Tapi bukan berarti Nasdem mendukung penyalahgunaan kewenangan. “Ini pembuktian bahwa NasDem tidak akan memberi toleransi dan total memberi dukungan kepada penegak hukum. Ini jg sekaligus memberi sinyal kepada para pejabat daerah untuk  tidak seenaknya dan merasa bisa berbuat apa saja. Saya akan mengawasi dengan detil dan terukur,” tutup AF