Direktur NI, Nurmal Idrus : Petahana di Sulsel Dua Relatif Lebih Perkasa

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Tiga survei berbeda pada rentang waktu survei berbeda yakni akhir Februari dan awal Maret 2019 memetakan positioning partai-partai dan caleg unggulannya dalam perebutan sembilan kursi di Dapil 2 Sulsel yang merupakan partai neraka dibanding dapil 1 dan dapil 3.

Nama-nama unggulan dari masing-masing partai menunjukkan dominasi dengan berbagai karakteristik wilayah yang berbeda. Andi Rio Pajalangi, misalnya, caleg Golkar tampak mendominasi di kabupaten Bone tempat kelahiran Andi Rio meski perolehan suaranya terlihat terkoreksi cukup signifikan oleh kehadiran caleg lainnya. Kabupaten Bone memang menjadi battle ground bagi hampir semua partai dan caleg karena besarnya pemilih yang lebih dari 600 ribu DPT.

Dari partai Gerindra, pertarungan keras terjadi antara incumbent Andi Iwan Darmawan Aras dengan Andi Rudianto Asapa. Jika Andi Iwan Darmawan menjadikan Kabupaten Wajo sebagai tambang suara plus beberapa kabupaten lainnya sebagai penambah suara maka Andi Rudianto Asapa menjadikan Sinjai sebagai basis utama. Faktor putra Andi Rudianto yang saat ini Bupati Sinjai adalah alasan utama. Dari beberapa survei terakhir, Andi Iwan Darmawan Aras tampaknya akan memenangkan duel internal Gerindra ini meski terlihat Gerindra potensial meraih dua kursi.

Pertarungan paling sengit dan menarik terjadi di partai sejuta bintang yakni Partai Nasdem. Dari 9 calegnya, 6 caleg diantaranya punya nama dan pengaruh. Namun pertarungan antara Akbar Faizal, petahana dua periode dengan mantan gubernur dua periode Syahrul Yasin Limpo menjadi mengemuka. dari tiga survei terakhir menunjukkan dominasi Akbar Faizal tak tertahankan. Keunggulan Macan parlemen semakin jauh meninggalkan rivalnya di internal partai Nasdem. Namun Nasdem tampaknya akan mendapatkan dua kursi di dapil ini dengan SYL sebagai peraih kursi kedua. Sementara istri bupati Barru Hasnah dan istri Bupati Wajo yang baru saja dilantik yakni Siti Maryam menyumbang suara signifikan bagi Nasdem untuk mandapatkan dua kursi tadi.

Survei Mindset Riset and Consultan Indonesia (MRCI) mencatat 10 besar elektabilitas caleg yang potensial mendapatkan suara terbesar. Yakni A. Iwan Darmawan 12,4% (Gerindra), Rio Idris Padjalangi 10,8% (Golkar), Akbar Faizal 8,2% (NasDem), M.Nasyit Umar 7,4% (Demokrat ) A. Akmal Fasahuddin 7,2 %( PKS), Azis Qahar 6,9% (PAN)

Selanjutnya Andi Mariattang (PPP) 6,7%, Andi Yagkin Padjalangi 5,8 %(PDIP) Syahrul Yasin Limpo 5,6% (Nasdem) dan Yasir Mahmud 4,7% (Golkar)

Direktur eksekutif MRCI, Andi Andry Agus menjelaskan margin error survei lembaganya 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%.

“Pengambilan data survei, penentuan responden dan wawancara dilapangan dilaksanakan 27 Februari sampai 12 Maret 2019,” kata Andi Andry, Senin (18/3/2019).

Survei MRCI bahkan mencatat hasil yang mencengangkan dengan terlemparnya tiga petahana dari daftar unggulan dan kemungkinan kehilangan kursi yakni Syamsul Bahri (Golkar), Syamsu Niang (PDIP) dan Yuliani Paris (PAN). Syamsul Bahri tersalip Supriansa mantan Wabup Soppeng dan Erna Taufan Pawe atau Yasir Mahmud. Sementara Syamsu Niang (PDIP) terpental oleh pendatang baru Andi Yaqkin Pajalangi yang menggerus suara Andi Rio secara signifikan di Bone. Dan Yuliani Paris tersingkir oleh bekas calon wakil gubernur dan juga anggota DPD Azis Kahar Muzakkar. Di Partai PAN ini, pertarungan keras terjadi antara Yuliani, Azis Kahar dan Suharti Bohari yang menjadikan Kabupaten Maros sebagai basis karena kakak Suhartina adalah Bupati Maros.

Pada Survei Indikator pada periode Survei 24 Februari – 4 Maret,  menunjukkan hal yang sebangun. Nama Akbar Faizal, misalnya, secara konsisten mengungguli mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dengan selisih yang signifikan. Andi Rio Pajalangi dominan di internal Golkar, Andi Iwan Darmawan Aras dominan di internal Gerindra.

Sebelumnya juga beredar hasil Survei di media sosial menempatkan nama ketiga petahana unggulan ini pada tiga besar caleg unggulan dan hampir dipastikan meraih kembali kursi masing-masing. Yang menarik dari survei ini, terdapat 3 partai yang diperkirakan takkan mampu mendapatkan kembali kursi mereka yakni Andi Akmal Pasluddin (PKS), Nasyit Umar (Demokrat) dan PDIP (Syamsu Niang). Khusus kursi PDIP tampaknya akan didapatkan Andi Yaqkin Pajalangi jika pada akhirnya PDIP mendapatkan kursi.

Terkait hasil survei, direktur lembaga konsultan Nurani Strategic (NI), Nurmal Idrus menilai caleg petahana tidak terlalu dominan di dapil II. Ada beberapa yang terancam. Namun, dibanding dengan sulsel 1 dan III, petahana di Sulsel II memang relatif lebih perkasa.

“Dibanding dengan Sulsel 1 dan 3, petahana di Sulsel 2 memang relatif lebih perkasa. Faktor yang berpengaruh karena penantangnya terutama rekan se partai di dapil itu tak terlalu perkasa,” kata Nurmal Idrus, Selasa (19/01/2019).

Lanjut Nurnal Idrus menjelaskan jika caleg penantang terlihat lebih perkasa caleg petana memiliki keunggulan karena bisa mereview basis suaranya di 2014, Sementara caleg penantang baru tak dimiliki hal itu.

“Mereka harus kembali mereview basis suaranya di 2014. Itu modal dasar yang tak dimiliki penantang. Setelah itu, mereka bisa meluaskan dukungan ke wilayah lain,” jelas Nurmal Idrus. (*)