Forsospolmas: Tidak Ada Larangan dan Sanksi Gunakan Gelar Profesor Dalam Tata Naskah Pemerintahan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kritikan dari ademisi Unismuh Makassar, Luhur Priyanto dan Ketua Dewan Profesor, Prof Mursalim yang mengkritik gelar profesor yang masih melekat kepada Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, mendapat tanggapan dari Forum Pemerhati Masalah Sosial Politik dan Kemasyarakatan (Forsospolmas) Sulsel.
Direktur Eksekutif Forsospolmas Sulsel, MS Baso DN menegaskan, kritikan yang dilontarkan Luhur Priyanto dan Prof Mursalim tersebut adalah sesuatu yang sangat berlebihan dan tidak perlu dipermasalahkan.

Hal ini karena selain tidak ada larangan dan sanksi menggunakan gelar profesor didepan nama seorang kepala daerah, baik gubernur/bupati dan walikota, juga penggunaan gelar Professor didepan nama Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah adalah layak dan pantas karena gelar Profesor bermakna seseorang yang dikenal oleh publik berprofesi sebagai pakar dan melakukan pengabdian pada masyarakat, termasuk konsultatif, baik dalam bidang pemerintahan ataupun bidang-bidang lainnya.”Kenapa harus dipersoalkan dan apanya yang salah. Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah adalah Professor asli bukan prof gadungan serta gelar Professor bukan hal yang mudah untuk diraih dan berjenjang,” tegas Baso.

Lebih jauh dikemukakan, beberapa mantan Gubernur dan gubernur di Indonesia saat ini pernah dan menggunakan gelar Professor dalam memimpin daerahnya seperti mantan Gubernur Sulsel Prof Dr Ahmad Amiruddin dan mantan Gubernur Bali, Prof Dr Ida Bagus Oka serta Gubernur Sumatera Barat Prof Dr Irwan Prayitno.”Syarat mutlak untuk menjadi seorang profesor adalah harus berpendidikan doktor (S3) yang linear keilmuannya dengan pendidikan sebelumnya. Jadi sekali lagi tidak mudah untuk mendapat gelar profesor,” tegas Baso.

Yang lebih penting saat ini bukan mempersoalkan penggunaan atau tidak menggunakan gelar profesor didepan nama seseorang akan tetapi apa yang telah dilakukan seseorang untuk kepentingan bangsa, negara dan masyarakat. Biarpun berlapis lapis gelar yang diperoleh seseorang didepan namanya tapi tidak dimanfaatkan dalam hal hal positif ataupun tidak memiliki karya besar untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah, maka gelar itu tidak pantas untuk dibangga banggakan. Selain itu, gelar profesor yang disandang Gubernur Sulsel saat ini adalah gelar yang memiliki nilai sejarah panjang dan berjenjang yang selama ini dijaga dan dipelihara bahkan sesuatu yang membanggakan pada diri Gubernur dan keluarganya karena selama menyandang predikat dan gelar profesor, sikap, tindakan dan pengabdian Prof Nurdin Abdullah senantiasa terjaga dan terpelihara dengan baik serta bermanfaat bagi kepentingan bangsa, negara dan masyarakat.

“Beliau (Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah) adalah Gubernur kedua di Sulsel yang bergelar Profesor setelah Prof Ahmad Amiruddin mantan Rektor Unhas. Dan Mertua Gubernur NA juga adalah seorang Profesor dan mantan Rektor Unhas Prof Dr Fachrudin, jadi gelar Profesor bagi Gubernur Nurdin Abdullah bukanlah gelar yang baru dalam keluarga besarnya. Dan yang pasti gelar profesor tersebut bukan Professor gadungan tapi prof yang diraih dengan jenjang pendidikan akademik dan prosedural,” tegas Baso.(*)