SRL Laporkan 247 Desa di Sulsel, Diduga Terlibat Korupsi ADD

Nasdem

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – SRL Institute tak hanya melaporkan dugaan korupsi proyek Infrastuktur di Sulawesi Selatan tapi juga melaporkan kasus dugaan penyalahgunaan dana Desa
ke Polda Sulawesi Selatan, Kejaksaan dan KPK. Hal tersebut diungkapkan direktur SRL Institute, Andi Firmansyah, Jum’at (10/05/2019)

Dalam keterangan Andi Firmansyah ada sebanyak 247 kepala desa yang tersebar di tujuh Kabupaten yang telah dilaporkan melakukan dugaan tidak pidana korupsi.

“Sudah kami laporkan ada ratusan desa, di Kabupaten Wajo itu ada 57 Desa, di Sinjai 60 Desa, Bone 17 Desa, Maros 9 Desa, Pangkep 2 Desa, Barru 22 dan di Bulukumba 76 Desa,” kata Firmansyah.

Untuk Kabupaten Wajo desa yang dilaporkan diantaranya Desa Pakanna, Kecamatan Tanasitolo, Desa Pallimae, Kecamatan Sambangparu, Desa Lepanggeng, Kecamatan Belawa, Desa Marannu, Desa Batu, Desa Buriko Kecamatan Pitumpanua dan Sejumlah desa di Kecanatan Keera yakni Desa Inrello, Desa Keera, Desa Labawang dan Awo.

Di Kabupaten Sinjai Desa yang laporkan diduga melakukan penyelewengan anggaran diantaranya Desa Gunung Perak, Arabika, Turungan Baji, Gareccing dan Tongke -tongke.

Di Bulukumba Desa Batunilamung, Desa Lembang, Bonto Biraeng, Desa Tana Toa Kecamatan Kajang, Desa Karassin, Desa Borong, Desa Singa dan Desa Pataro, Desa Barombong, Desa Biola, Desa Bukit Harapan, Bontomaccinna.

Dalam temuan ini rata rata desa melakukan dugaan korupsi terkait pembelian barang tidak menggunakan faktur asli dari rekanan dan tetap menyerahkan stempel rekanan.

“Ada juga beberapa belanja barang tidak menggunakan rekanan resmi dan Belanja tidak ditandatangani oleh penerima,” jelas Andi Firmansyah.

Langkan ini dilakukan SRL Institute untuk memberikan pelajara kepada kepala desa agar tidak asal dalam penggunaan Alokasi Dana Desa.

“Supaya dana Desa itu tepat sadaran, tujuam Dana Desa dan Alokasi Dana Desa itu hadir untuk mensejahterakan masyarakat di pedesaan, nah ini justru banyak yang menyalahgunakan anggaran itu,” ucapnya.

SRL meminta aparat kepolisian Jajaran Polda Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan memberi perhatian pemuh terhadap kasus dugaan korupsi Dana Desa tersebut.(*)