Ratusan Pecinta Alam Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kaki Gunung Bawakaraeng

SUARACELEBES.COM, GOWA – Forum Pemerhati Lingkungan (FPL) Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan berupa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Dusun Lembanna, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, pada tanggal 14-16 Juni 2019.

Menurut Ketua Panitia, Arfah Jafar, kegiatan ini terdiri dari beberapa item kegiatan di antaranya : aksi bersih di hutan pinus Lembanna, penanaman 150 bibit pohon eucalyptus, pemasangan papan himbauan serta halalal bihalalal pecinta alam yang dirangkaikan dengan diskusi lingkungan. “Tema diskusi sama dengan tema kegiatan yakni, Hutanku Paru-Paru Bumi,” terang Arfa.

Tema ini jelas Arfa sesuai dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini yang mengusung tema ‘Air Pollution’.

Menurut Arfa, dipilihnya hutan pinus Lembanna sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena tempat tersebut selama ini menjadi lokasi camping favorit para pecinta alam dan para generasi muda pada umumnya saat berkegiatan di alam bebas. Lokasi ini juga terang Arfa menjadi titik awal atau starting point saat akan melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng.(*)

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, Ir H Muhammad tamzil m.p, mengungkapkan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap generasi muda, khususnya para pecinta alam.

WHO mencatat, korban polusi udara di seluruh dunia diperkirakan mencapai 7 juta orang dalam setahun, sekitar 4 juta terjadi di kawasan Asia Pasifik.

“Kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kawasan hutan, menjadi tanggungjawab semua pihak. Kita bisa jika kita bersama,” jelas Kadis Kehutanan Sulsel, Ir H Muhammad tamzil m.p.

Arfa menambahkan, selain dukungan dari Pemprov Sulsel, kegiatan ini pun mendapat dukungan dari Pemkab Gowa serta elemen pemuda dan masyarakat Lembanna. “Rekan-rekan pecinta alam dari sejumlah organisasi dan kelompok juga akan ikut berpartisipasi. Kita memang harus bersatu untuk memperjuangkan pelestarian alam. Semoga kegiatan ini bisa menjadi cikal bakal terwujudnya soliditas antara pemerintah, masyarakat dan generasi muda, khususnya para pecinta alam dalam kegiatan-kegiatan konservasi,” tandasnya.(*)