Akbar Endra Minta Mulawarman Stop Omong Kosong Yang Bikin Gaduh

Akbar Endra Minta Mulawarman Stop Omong Kosong Yang Bik

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR -Kegaduhan akibat pernyataan Mulawarman yang menebar caci maki dan tudingan kepada Gubernur Nurdin Abdullah, mendapat sorotan dari mantan Aktifis 98, Akbar Endra.

Akbar menganggap bahwa kritik Mulawarman bukan memperjuangkan nilai-nilai idealisme untuk memperbaiki Sulsel, tapi menurut mantan aktifis Mahasiswa Unhas era 98 yang kini masih menjabat Anggota DPRD Maros ini, Mulawarman sudah jauh melenceng dari nilai-nilai etika dan moral dalam menyampaikan aspirasi ataupin kritiknya.

Akibat dari kritik yang bermuatan kepentingan, politikus yang kerap disapa AE ini, menganggap Mulawarman telah membuat Sulsel gaduh.

Akbar membeberakan Mulawarman termasuk barisan sakit hati. Karena Jumras yang dipecat Gubernur NA dari Jabatan Kepala Biro adalah saudara Ipar Mulawarman. “Jadi Mulawarman membela kepentingan saudaranya,” kata AE.

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah mencopot Jumras dari jabatannya sebagai Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, mendapat pembelaan serius oleh Mulawarman.

Mulawarman yang mengaku pemerhati sosial dan politik itu, sepertinya “sakit hati” melihat Jumras yang mantan PLT Kadis Bina Marga Sulsel itu dicopot dari jabatannya.

Tak pelak lagi, dengan mengutip teori ahli kepemimpinan John C Maxwel, Mulawarman menganggap Nurdin Abdullah bukan lagi pemimpin. Alasannya karena memarahi Jumras didepan staf yang lain, lalu mencopotnya. Padahal, meninggikan pernyataan terhadap bawahan, bukan berarti memarahi, tapi intonasi itu adalah penegasan.

“Karenanya Saya menganggap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, sejak memimpin Sulsel delapan bulan terakhir, bukan lagi seorang pemimpin,”kata Mulawarman dalam sebuah opininya yang ditayangkan Tribun-timur.com Senin (29/4-2019) di kolom Opini.

Mulawarman memang dikenal kritis, tulisan opininya kerab menohok para pengambil kebijakan di Negeri ini. Namun lain halnya dengan tulisan opininya yang seakan-akan menunjukkan pembelaannya terhadap Jumras yang dicopot dari jabatannya oleh Gubernur Nurdin Abdullah pemilik proregatif menempatkan dan mencopot pejabat di jajaran pemerintahan yang dipimpinnya.(*)