Akbar Endra : Mulawarman Bukan Pengamat, Dia Broker Proyek

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Saya hargai pendapat beliau. Tapi saya sama, sekali tak punya bakat jadi Staf Ahli Gubernur dan itu tdk mungkin. Demikian tanggapan Akbar Endra terhadap pernyataan Mulawarman.

“Kalau dituding mencari panggung, Kak Mul sepertinya “menepuk air di dulang terpercik muka sendiri!” Saya tak perlu panggung lagi. Kalau, Mulawarman, dia tak bisa hidup sebagai penonton. Dia selalu mau jadi aktor antagonis. Lihai merusak orang,” kata Aktivis 98 itu.

Akbar Endra menjelaskan bahwa
anggaplah Mul ini sedang menghibur kita dengan dagelan topeng. Ia menjadi pengamat sosial politik dadakan, padahal beliau sesungguhnya adalah broker proyek dan juga sekali-sekali jadi kontraktor.

Lanjut dijelaskan mengapa ia membela Jumras, apa karena Mulawarman membela iparnya atau kepentingannya? Tentu saja Mulawarman banyak diuntungkan jika Jumras punya kewenangan bagi-bagi proyek. “Nah inimi yang dibilang mainan broker yang mau warnai kebijakan, biar paketnya lancar!”

“Saya tahu Mulawarman itu aktif urus-urus anggaran di Jakarta, makanya dia tinggalkan profesi lamanya, karena broker lebih menjanjikan. Jadi sudahlah, berdebat dengan Mulawarman, sama dengan kita berdebat dengan tembok. Manfaatnya sedikit,” ucap Akbar Endra.

Akbar Endra mengatakan ini adalah klarifikasi dan tidak mau mengikuti saran Mulawarman menjadi staf Ahli.

“Saya hanya mengklarifikasi. Bahwa saya tidak mau mengikuti saran Mulawarman menjadi staf Ahli. Itu bukan tipe saya. Dia harus tahu kalau saya tidak suka, jadi orang lain. Saya sudah enjoy dengan diri saya,” tutup Akbar.

Sebelumnya Akbar Endra melontarkan menganggap bahwa kritik Mulawarman bukan memperjuangkan nilai-nilai idealisme untuk memperbaiki Sulsel, tapi menurut mantan aktifis Mahasiswa Unhas era 98 yang kini masih menjabat Anggota DPRD Maros ini, Mulawarman sudah jauh melenceng dari nilai-nilai etika dan moral dalam menyampaikan aspirasi ataupin kritiknya.

Akibat dari kritik yang bermuatan kepentingan, politikus yang kerap disapa AE ini, menganggap Mulawarman telah membuat Sulsel gaduh.

Akbar membeberakan Mulawarman termasuk barisan sakit hati. Karena Jumras yang dipecat Gubernur NA dari Jabatan Kepala Biro adalah saudara Ipar Mulawarman. “Jadi Mulawarman membela kepentingan saudaranya,” kata AE.

Komentar Akbar Endra kemudian dibalas oleh Mulawarman mengatakan bahwa Akbar Endra itu yunior saya, dia sering bantu saya. Cuma memang belakangan ini, setelah kalah di Pileg sepertinya dia mengalamai disorientasi dan Mulawarman sarankan ke Akbar untuk melamar menjadi Staf Ahli Gubernur Sulsel.(*)