Sekda Parepare : Pajak Sistem Online Dongkrak Penerimaan PAD Dan Dipantau KPK

Nasdem

SUARACELEBES.COM, PAREPARE – Pasca diterapkannya pajak sistem online pada restoran, rumah makan dan cafe yang ada di Kota Parepare, dengan memasang alat perekam berbasis online, aliran penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan hingga 30% dibanding tahun lalu, pada priode bulan yang sama.

Kepala Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare Prasetyo Catur Kristianto mengungkapkan, pajak sistem online yang merupakan inovasi dalam mendukung pemerintahan yang tengah menggalakkan pelayanan dengan sistem elektronik atau e-government, diakui pihaknya pada awal-awal penerapan, menimbulkan kekhawatiran pada sebagian pemilik usaha.

“Pada umumnya, mereka khawatir pelanggan akan berkurang yang mempengaruhi penjualan mereka. Namun sosialisasi yang intens kita lakukan, pelan-pelan membuka pola fikir pemilik usaha dan justru menerima manfaat lebih besar dari alat perekam yang telah kita pasang,” katanya.

Tidak tanggung-tanggung, PAD untuk sektor retribusi restoran naik menjadi Rp2,2 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angkar Rp1,7 miliar dipriode yang sama.

Bahkan, kata Prasetyo, pada APBD Perubahan mendatang, pihaknya menarget penerimaan PAD untuk sektor tersebut pada angka Rp3,5 dari target sebelumnya Rp2,5 miliar. “Kita naikkan target tahun ini dari angka sebelumnya, dengan asumsi mendapat dukungan dari berbagai pihak, utamanya para pelaku usaha,” ujarnya.

Prasetyo mengatakan, pemerintah bersyukur atas supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap program tersebut. Keterlibatkan KPK, jelas Prasetyo, menyusul adanya paradigma KPK yang mensinyalir adanya wajib pajak yang tidak maksimal dalam memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak. Selain, kata dia, membantu pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemasukan daerah.

“Hingga kini sosialisasi penggunaan perekam pajak online masih terus kita gaungkan. Dan kita harapkan itu bisa semakin meningkatkan kesadaran seluruh wajib pajak pemilik usaha, untuk membayar pajak sesuai ketentuan yang telah diatur,” papar Prasetyo.

Saat ini, tambah Prasetyo, setidaknya sudah 110 alat perekam pajak online yang disebar dan dipasang pada 110 titik. Dan program tersebut, tak ada anggaran yang dikeluarkan pemkot Parepare. “Zero, karena alatnya bantuan dari Bank Sulsel,” jelasnya.

Sementara Sekkot Parepare Iwan Asaad mengatakan, tak hanya terkoneksi dengan pemkot, alat canggih berbasis IT tersebut juga dipantau langsung oleh KPK sebagai wujud program KPK dalam mengoptimalisasi PAD yang kerap mengalami kebocoran akibat ulah pelaku usaha yang kerap mangkir dari pajak.

Alat real time tersebut, kata Iwan lagi, dapat dipantau melalui smart phone dengan menggunakan aplikasi text monitoring milik KPK yang menunjukkan hasil secara real time.(*)