PMI Sulsel Kembali Turunkan Tim Tangani Pengungsi Wamena

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel, kembali menurunkan tim untuk menangani pengungsi korban kerusuhan Wamena Papua. Tim ini diturunkan ke Lanud Hasanuddin.

Para pengungsi itu sendiri untuk sementara di tampung di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Pengungsi ini tiba di Lanud Hasanuddin sejak Senin (7/10) kemarin.

Jumlah pengungsi yang datang, berdasarkan data PMI, sebanyak 66 orang. Terdiri dari laki-laki 17 orang, perempuan 21 orang dan anak-anak 28 orang.

Ketua PMI Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, Selasa (8/10), menuturkan, PMI Sulsel akan terus memantau kondisi pengungsi Wamena baik yang baru akan datang, maupun yang saat ini ditampung. “Tim akan tetap disiagakan untuk melayani para pengungsi,” ungkapnya.

Sementara itu, staf Bidang Pelayanan PMI Prov Sulsel, Subhan Halim, menuturkan tim yang turun melakukan pelayanan berasal dari PMI Kota Makassar serta relawan lain yang ikut dilibatkan. Di tempat yang sama ikut melakukan pelayanan BPBD Kota Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Dinas Sosial Kota Makassar.

PMI Sulsel sendiri menurunkan satu tim personil dan satu unit ambulance medis ditambah dua unit ambulance PMI Kota Makassar dalam penanganan tersebut

Salah satu pengungsi Wamena, Ismail (38), menuturkan datang dari Papua menggunakan pesawat Hercules. Ia menyebut kondisi di Wamena sebenarnya sudah membaik. “Tapi tidak ada orang-orang, sepi disana,” ungkapnya.

Di Wamena, Ismail bekerja sebaik sopir angkot. Pada saat kerusuhan, ia mengungsi setelah rumahnya ikut terbakar dalam kerusuhan tersebut. “Saya disana memang tinggal sendiri, keluarga di Madura. Untuk sementara kembali dulu ke kampung tapi belum berfikir kembali lagi kesana,” katanya. Ia untuk sementara hanya transit di Makassar dan menunggu pemberangkatan selanjutnya ke Jakarta kemudian ke Jawa Timur.

Sementara pengungsi lainnya, Acce (31), mengaku mengungsi bersama suami dan dua orang anaknya. Beda halnya dengan Ismail, Acce meninggalkan Papua untuk kembali ke kampung halamannya di Medan hanya untuk menghilangkan trauma.

“Rencana masih mau kembali ke sana, tapi untuk sementara kembali dulu ke Medan untuk menghilangkan trauma baru ke Wamena lagi,” katanya. (*)