Kementerian ESDM RI akan hadiahkan tambahan jaringan gas di tahun 2020 untuk Kabupaten Wajo

SUARACELEBES.COM, Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menerima kunjungan kerja Bapak H. Alimuddin Baso, ST., MBA selaku Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi, beserta para rombongan dalam rangka pengaliran pertama dari rencana 4 sektor proyek Jargas di Kabupaten Wajo tahun 2019 di halaman Masjid Takmirul Mukhlisin Muhammadiyah Lapesongko utara, Kamis, 31/10/2019.

Bupati Wajo dalam sambutannya mengatakan, atas nama pribadi, maupun atas nama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, menyampaikan ucapan selamat datang di Kabupaten Wajo, kepada seluruh rombongan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Kami tentunya harus menghaturkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak H. Alimuddin Baso, ST., MBA selaku Direktur,” kata Bupati Wajo.

Dikatakan kalau perencanaan dan pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi pada Kementerian ESDM, dan atas perhatiannya kepada masyarakat Kabupaten Wajo, dinyatakan dalam bentuk pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga.

“Ucapan selamat datang juga saya sampaikan kepada para Direktur Utama dari beberapa perseroan terbatas, yang turut hadir di Kabupaten Wajo, dalam mendukung terlaksananya program strategis ini. Kehadiran kita bersama pada pagi hari ini, merupakan rangkaian dari upaya pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan pipa,” tutur Dr. H. Amran Mahmud.

Dan lanjut dikatakan kalau saat ini, di Kabupaten Wajo sedang dilaksanakan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga, sebagai salah satu proyek strategis nasional.

“Program ini merupakan kelanjutan dari pemasangan jaringan gas sambungan rumah tahun 2011 yang sempat terhenti pelaksanaannya. Alhamdulillah, atas dukungan dari pihak Kementerian ESDM, Kabupaten Wajo kembali mendapatkan kepercayaan untuk membangun jaringan gas sebanyak 2.000 sambungan rumah,” jelas Bupati Wajo.

“Pada tahap pengembangan di tahun 2019 ini, pembangunan jaringan gas dilaksanakan pada dua kecamatan, yaitu wilayah Kecamatan Tempe, yang meliputi wilayah Kelurahan Tempe dan Kelurahan Mattirotappareng, dan untuk Kecamatan Tanasitolo yang meliputi wilayah Desa Ujung Baru, Assorajang, Pakkanna, dan Ujunge, dan berdasarkan perkembangan pembangunan jaringan, Kelurahan Tempe menjadi wilayah pertama yang telah siap untuk tahap ini atau pengaliran gas pertama tahun 2019,” Bupati Wajo menambahkan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa potensi jaringan gas di Kabupaten Wajo yang dapat disalurkan bagi rumah tangga masih sangat besar.

Berdasarkan data yang ada, PT. Energy Equity EPIC selaku sumber gas di Kabupaten Wajo memiliki kapasitas sebesar 60 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) yang diperuntukkan bagi beberapa pihak selaku pembeli gas. Salah satu diantaranya adalah PT. Pertamina (City Gas) dengan kapasitas sebesar 0,2 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD), atau 1% dari kapasitas keseluruhan gas yang dihasilkan.

Dan dikatakan kalau saat ini, kapasitas yang terealisasi baru mencapai 0,3 Million Standard Cubic Feet per Day, yang mengaliri 3.865 sambungan rumah tangga di Kabupaten Wajo. Dengan demikian, semua tentunya berharap, program ini dapat terus berkelanjutan, sehingga mampu mengakomodir kebutuhan gas seluruh rumah tangga yang ada di Kabupaten Wajo.

“Kami juga mengharapkan dukungan dari para pihak, berupa inovasi pemasangan instalasi jaringan gas, bagi wilayah di Kota Sengkang, yang beresiko terdampak banjir akibat luapan Danau Tempe, antara lain wilayah Kelurahan Salomenraleng, Laelo dan Wiringpalennae. Ketiga wilayah ini, kerap terendam banjir saat Danau Tempe tidak lagi mampu menampung aliran air yang masuk dari sungai-sungai disekitarnya. Dengan adanya inovasi seperti ini, tentu akan berkontribusi,” harap Bupati Wajo.

Lanjut dijelaskan bahwa yang perlu dia sampaikan, bahwa baru-baru ini BPH Migas telah menetapkan harga jual gas pada jaringan gas untuk rumah tangga. Berdasarkan keputusan tersebut, terjadi penurunan harga jual gas untuk rumah tangga kategori konsumen RT-1, yang meliputi rumah susun, rumah sederhana, rumah sangat sederhana dan sejenisnya.

“Untuk Kabupaten Wajo, terjadi penurunan harga dari Rp. 5.174 per meter kubik menjadi Rp. 4.290 per meter kubik. Harga ini tentu masih jauh lebih murah, daripada harga pasar Gas LPG 3 kilogram, yang berkisar kurang lebih Rp. 6.260 per meter kubik. Kebijakan harga jual gas ini, tentu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil, agar tetap mendapatkan layanan jaringan gas yang andal dan aman,” jelas Dr. H. Amran Mahmud.

Dikatakan dengan hadirnya pembangunan jaringan gas rumah tangga di Kabupaten Wajo, masyarakat Wajo secara perlahan, akan menghemat pengeluaran bahan bakar, mendukung program ramah lingkungan, dan turut berperan dalam mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.

“Semoga segala upaya dan kerja keras kita bersama, dalam mewujudkan masyarakat Wajo yang maju dan sejahtera, senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah SWT,” kata Bupati Wajo.

H. Alimuddin Baso, ST., MBA selaku Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi dalam kunjungan kerjanya mengatakan, ada empat yang dibangun oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian ESDM, yang pertama adalah jaringan gas kota, kedua pengembangan energi terbarukan, ketiga konversi dari BBM ke BBG untuk nelayan ini sudah dilakukan di kabupaten Wajo dan yang keempat transportasi, jelasnya.

Adapun dasar dari pelaksanaanya yaitu Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor :11 K/lO/MEM/2019, tentang Penugasan Kepada PT. Pertamina (PERSERO) dalam Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga Tahun Anggaran 2019. Kementerian ESDM RI dalam hal ini Tujuannya agar subsidi LPG dapat dikurangi.

“Program ini masuk dalam Strategi Nasional dan sudah dikuatkan dalam bentuk regulasi peraturan presiden nomor 6 tahun 2019 untuk memastikan sebagai bagian bahwa program ini akan berkelanjutan,” kata H. Alimuddin Baso,ST., MBA.

“Apa yang dibangun saat ini sebagai proses awal untuk memastikan pengaliran gas awal sudah dapat dilakukan,” tambahnya.

Dikatakan kalau Dirjen Migas akan menambah pembangunan jaringan sekitar 5.700 sekian tahun depan 2020 dan untuk 100% ini tinggal menambah 3.000.

“Harapan kami, meminta komitment Pemerintah Kabupaten untuk menjaga tata kelolanya, sehingga layanan ke masyarakat tidak terganggu, yang kedua supaya menjaga fasilitas pemerintah ini karena sangat rentan terhadap air dan kotoran, kalau sudah tersumbat maka pemanfaatannya sudah tidak dapat dimaksimalkan lagi,” harapnya.

“Jika program ini berhasil, saya akan menampilkan Bupati Wajo sebagai pembicara diantara Bupati Bupati yang daerahnya mendapatkan bantuan jaringan gas,” pungkas H. Alimuddin Baso.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Valve untuk pengaliran gas bumi rumah tangga kabupaten Wajo

Selanjutnya penandatanganan persetujuan formulir permohonan berlangganan jaringan distribusi gas rumah tangga antara pihak PT. Pertagas Niaga sebagai operator dan pihak pelanggan, disaksikan oleh direktur perencanaan infrastruktur migas dan Bupati Wajo, serta penyalaan kompor perdana secara simbolis oleh direktur perencanaan.

Turut hadir Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Direktur Utama PT. Perusahaan Gas Negara Tbk, President Direktur PT. Pertamina Gas, Direktur Utama PT. Pertagas Niaga, Direktur Utama PT. Wahana Krida Konsulindo, Direktur PT. Sucofindo Episi, Presiden Direktur PT. Energy Equity Epic Sengkang, Para Unsur Forkopimda Kabupaten Wajo, Ketua Pengadilan Negeri Sengkang, Ketua Pengadilan Agama Sengkang, dan Para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupate Wajo.(*)