Pilkada Gowa 2020 Harus Anti SARA dan Hoaks

SUARACELEBES.COM, GOWA – Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni memberikan harapan penuh pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang di Kabupaten Gowa. Salah satunya seluruh pihak dapat menciptakan pesta demokrasi ini yang anti SARA dan Hoaks sehingga dapat menciptakan proses pemilihan yang berdaulat dan berkualitas.

“Jika kita bisa mengusung proses pilkada ini dengan baik tanpa saling menjatuhkan maka tentunya akan melahirkan pemerintahan atau negara yang kuat. Termasuk terciptanya pemimpin yang kapabel, berkualitas serta mampu menciptakan harapan rakyat yakni kesejahteraan secara merata,” katanya saat membuka Sosialisasi Dukungan Calon Perseorangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa Tahun 2020 di Kantor KPUD Gowa, Jumat (1/11).

Masayarakat pun diminta untuk dapat memilih dan memilah segala opini-opini yang terbangun nantinya pada saat berjalannya proses Pilkada di Kabupaten Gowa.

“Jangan menjadikan proses pilkada sebagai tempat untuk bercerai berai. Jadi setiap ada informasi yang didengar tentang calon satu dan lainnya harus dulu dicari tau kebenarannya jangan langsung disimpulkan atau dijadikan bahan untuk saling mengadu domba,” terangnya.

Menurut Wabup Gowa, dibukanya sosialisasi perseorangan ini menjadi tanda dimulainya tahapan pilkada di Kabupaten Gowa. Olehnya segala aturan-aturan yang telah ditetapkan KPUD sebagai pihak penyelenggaraan pesat demokrasi ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Dengan sosialisasi ini pihaknya berharap agar proses pelaksanaan pilkada di Kabupaten Gowa dapat berjalan dengan baik, lancar dan damai, mulai dari tahapan awal hingga akhir. Hal ini pun dapat terwujud jika seluruh komponen termasuk anggota partai politik pendukung calon harus bisa menjaga situasi agar tetap aman dan tentram.

“Acara yang kita laksana hari ini bukan semata-mata karena KPU ingin melaksanakan kewajibannya. Tetapi mari menjadikan pertemuan ini sebagai partisipasi kita semua untuk dapat melihat pemilihan bupati dan wakil bupati menjadi proses yang lebih berkualitas dan terbaik,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi ini pula membuktikan adanya kesatuan semangat dan kerjasama untuk secara bersama-sama mewujudkan pilkada yang damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Tak hanya itu masyarakat dan seluruh elemen juga harus mengetahui kewenangan masing-masing pelaksana pilkada.

Seperti, tugas KPU sebagai penyelenggara, Bawaslu melaksanakan tugas pengawasan, partai politik sebagai pengusung pasangan calon atau pasangan calon diluar perseorangan, pemerintah sebagai fasilitator, dan kepolisian sebagai pihak yang beryuha mengamankan pesta demokrasi ini agar dapat berjalan aman dan damai.

“Sikap kita bersama dalam sosialisasi ini mengandung makna bukan sekadar formalitas dan seremonial belaka, tetapi jauh lebih memiliki makna untuk mempertegas sikap kita sebagai penyelenggara dan menyukseskan pemilihan yang akan kita hadapi. Kita harus bisa menciptakan iklim yang kondusif bagi seluruh proses dan tahapan dari awal hingga akhir,” tegasnya.

Sementara, Kepala KPUD Kabupaten Gowa Muhtar Muis mengatakan, pada Pilkada Kabupaten Gowa 2020 mendatang KPUD Gowa menggunakan anggaran sebesar Rp60.006.006.031. Anggaran yang disepakati ini tentunya setelah dilakukannya pembahasan dengan tim anggaran Pemkab Gowa.

“Anggaran yang kita gunakan ini berdasarkan kebutuhan hitungan kewajaran sesuai dengan estimasi kebutuhan TPS dan bakal pasangan calon yang dikeluarkan KPU RI,” ujarnya.

Lanjutnya, adapun anggaran ini nantinya akan digunakan untuk seluruh operasional proses Pilkada Kabupaten Gowa. Meliputi, panitia pemilihan kecamatan (PPK) di 18 kecamatan, panitia pemungutan suara (PPS) di 167 desa/kelurahan, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 1.175 tempat pemungutan suara (TPS), 1.563 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan lainnya.

Ia menyebutkan, pada pilkada 2020 mendatang estimasi daftar pemilih tetap (DPT) sekitar 535.169 orang dari hasil DPT 2019 sebanyak 529.870 + 1% (DPT Pemilu 2019+1%). (CH)