Jumras Tersangka, Tim Hukum Gubernur Sulsel Apresiasi Penyidik

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Penetapan Jumras sebagai tersangka oleh Polrestabes Makassar diapresiasi Koordinator Tim Hukum Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Husain Djunaid.

Husain Djunaid menilai pihak penyidik kepolisian telah bekerja profesional menangani perkara dugaan pencemaran nama baik ini. “Dari sisi hukum, kepolisian sudah melakukan tugas sesuai prosedur, itu sudah tepat,” kata Husain Djunaid, Selasa (7/1/2020).

Eks Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras resmi ditetapkan sebagai tersangka di kasus pencemaran nama baik Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Penetapan tersangka dilakukan penyidik setelah gelar perkara.

“Kita gelarkan (gelar perkara) dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko kepada wartawan di kantornya, Jl Ahmad Yani, Selasa (7/1/2020).

Gelar perkara polisi dilakukan penyidik pada Senin (6/1). Jumras ditetapkan tersangka usai tidak dapat membuktikan pernyataannya yang menuding Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menerima mahar Rp10 miliar dari oknum pengusaha pada Pilgub 2018. “Untuk pemeriksaan berikutnya, kita agendakan pekan ini,” kata Indratmoko.

Tersangka Jumras dijerat polisi Pasal 242 juncto Pasla 310 juncto Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Pelaporan Jumras ke polisi berawal dari pernyataan Jumras yang disebut menuding Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menerima mahar Rp10 miliar dari oknum pengusaha pada Pilgub 2018. Namun Nurdin membantah tudingan yang dilontarkan Jumras saat sidang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel beberapa waktu lalu.

Sebelum dilaporkan, Nurdin sempat mengultimatum Jumras agar mencabut pernyataannya. Namun Jumras bergeming sehingga tim hukum Nurdin melaporkan Jumras ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. (*)