Walikota Parepare Luncurkan Pasar Murah Bantu Warga Ditengah Pandemik Covid 19

SUARACELEBES.COM, PAREPARE- Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe melaunching Pasar Murah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terkena imbas pandemi Covid-19 di Lapangan Tennis Indoor Rujab Walikota Parepare, Senin, (20/4/2020).

Di hadapan sejumlah unsur Forkopimda Parepare, seperti Kapolres, AKBP Budi Susanto, dan Dandim Mallusetasi, Letkol Inf Ali Syahputra, Taufan Pawe menekankan, agar tidak ada oknum yang “bermain” atas kegiatan pasar murah tersebut.

“Pasar murah kita kondisikan dengan harga yang sangat murah. Kalau ada yang lakukan permainan, saya akan minta Pak jaksa dan dan Pak Kapolres untuk proses,” tegas Taufan.

Taufan Pawe berharap, melalui pasar murah dengan anggaran Rp 858 juta tersebut dapat meringankan beban masyarakat di saat pandemi Corona.

“Penerapan pasar murah juga akan kita lakukan dengan menerapkan pola physical distancing untuk menghindari perkumpulan,” tandas Walikota dua periode ini.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Parepare, H Laeteng menguraikan,  sebanyak 11.000 kupon yang disebar di 22 kelurahan untuk empat kali tahapan.

Menurutnya, terdapat tujuh jenis komoditi yang disubsidi dalam Pasar Murah, yakni beras 5 kg dengan nilai subsidi Rp5.000/kg, gula pasir 3 kg subsidi Rp6.000/kg, minyak goreng 2 liter subsidi Rp4.000/liter, susu 1 kaleng subsidi Rp3.500/kaleng, minuman 1 botol subsidi Rp3.000/botol, mi instan 13 bungkus subsidi Rp1.000/bungkus, dan telur 15 butir subsidi Rp500/butir. “Kalau diratakan nilai subsidi satu kupon Rp78 ribu,” lanjut Rahma.

Soal siapa saja yang menjadi sasaran Pasar Murah, Laeteng mengemukakan, indikatornya adalah terdampak langsung Covid-19 secara ekonomi, seperti pekerja informal, buruh harian, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, tukang becak, sopir angkot, pekerja formal yang di-PHK-kan, bukan penerima PKH, Rastra atau penerima bantuan lainnya.

“Bagaimana menentukannya, kami menyurat ke 22 kelurahan melalui camat terkait permintaan data penerima sasaran Pasar Murah. Data dari 22 kelurahan itu selanjutnya kami serahkan ke Disdukcapil untuk divalidasi. Setelah validasi, kemudian kupon didistribusi ke 22 kelurahan untuk didata kebutuhan warga. Setelah itu kupon dikembalikan ke Disdag untuk dilakukan pemaketan berdasarkan kebutuhan masing-masing warga dan telah tertera nilai nominal harga barang yang diminta warga,” paparnya.

Proses distribusi ke 22 kelurahan pada 20-21 April 2020, yang dilakukan Tim Disdag bersama para camat didampingi Babinsa, Babinkantibmas, para lurah, dan tim Rastra dengan pola social distancing.(*)

PEMKOT-Makassar