Wajo: Sepekan Pasca-Deklarasi, Pos Dokter Keera Terisi

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR –
Sepekan setelah Deklarasi Masyarakat Keera Siap Menerima & Menjaga Dokter oleh apa yang disebut oleh sebagian pihak sebagai “segelintir masyarakat Keera” di Aula Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Keera (Selasa, 16 Juni 2020) yang lalu, akhirnya posisi kekosongan dokter di Puskesmas Keera terisi. Deklarasi pekan lalu sendiri dianggap “berlebihan” oleh sebagian pihak. Namun tudingan tersebut tidak mengurangi usaha para deklarator mendorong para pemangku kebijakan untuk pengisian kekosongan dokter.

Namanya Besse Jumrana, seorang dokter perempuan telah diplot oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo sebagai dokter di Keera. Kepada media ini, Kepala UPTD Puskesmas Keera, Ruslan, berharap kiranya Ibu Dokter dapat disambut baik, diterima dan dijaga oleh masyarakat Kecamatan Keera agar bisa betah dan nyaman bekerja. Kedatangan Dokter Jumrana di Keera di tengah pro-kontra isu hubungan dokter dengan masyarakat yang memburuk, membawa harapan baru bagi dunia kesehatan publik di Bumi Masiang.

“Alhamdulillah, ada dokter yang bersedia untuk bekerja mengisi kekosongan tenaga dokter di UPTD Pusekesmas Keera,” kata Ruslan bernada syukur.

Dia berharap semoga dengan kehadiran dokter ini, UPTD Puskesmas Keera dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal lagi, termasuk pelayanan kepada pasien dengan penyakit yang seharusnya bisa ditangani di puskesmas dan tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit.

Hal senada diungkapkan Camat Keera Andi Ahmad Ridha,”Semoga dengan adanya dokter di Puskesmas Keera, kesehatan masyarakat bisa terjaga terutama di masa pandemi Covid-19. Semoga dokter yang bertugas bisa betah memberi pelayanan kesehatan kepada publik Keera.” Camat Keera sendiri mengucapkan terimakasih kepada Bupati Wajo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, KNPI Keera, Karang Taruna Keera dan seluruh masyarakat Kecamatan Keera. “Berkat usaha dan doa semuanya sehingga telah ada dokter yang bertugas di Keera,” ujarnya per telepon kepada media ini.

Isu kekosongan dokter di Keera kembali bergulir sejak tulisan dengan judul “Keera Rindukan Dokter” diunggah oleh salah seorang warganet dengan nama pena Abdul Wahab Dai, Selasa, 8 Juni 2020 lalu di media sosial. Gayung bersambut, para pemangku kepentingan termasuk para Forkopimca (Camat, Kapolsek dan Danposramil Keera) berembuk dengan beberapa perwakilan masyarakat hingga berbuah pernyataan sikap dengan sebuah deklarasi dan disaksikan oleh Yudistira, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wajo.

Isu merenggangnya hubungan masyarakat Keera dengan dokter sendiri banyak yang menampiknya. Terlepas dari segala gonjang-ganjing yang ada, salah saorang warganet dalam komenternya di medsos mengatakan,”Semua butuh proses, semoga masyarakat Keera bisa menerima dan membuktikan kalau mereka betul-betul butuh dokter…Selamat bertugas,” harapnya.

PEMKOT-Makassar