GNPK akan Bawa Kasus Dugaan Korupsi Lahan Perumnas ke KPK

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Pusat akan membawa kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Perum Perumnas di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua Umum GNPK Pusat, Ramzah Thabraman, Kamis (16/07/2020) mengatakan, pihaknya tetap memantau proses penyelidikan dugaan mark up pembebasan lahan tersebut yang sedang bergulir di Kejaksaan Negeri Maros, termasuk penyelidikan kasus pidana dugaan penipuan yang dilaporkan ahli waris Passaung Bin Dio yang tengah di tangani Polres Maros.

Ramzah menambahkan, untuk kasus dugaan suap yang dilakukan oknum pengacara kepada aktivis DPP Gempar NKRI yang mengawal hak hak ahli waris pemilik lahan juga tengah di tangani Tim Saber Pungli Sulsel.

“Nah ketiga kasus yang sedang bergulir itu tetap dalam pantauan dan pengawalan GNPK,” tegas Ramzah.

Terlepas dari tiga item perkara itu, GNPK, kata Ramzah, sementara merampungkan laporan dugaan penyalahgunaan wewenang para pejabat negara, sehingga pembayaran pembebasan lahan Perum Perumnas senilai Rp128 miliar bisa cair dan belakangan jutsru berkasus.

“GNPK sedang mengklasifikasi peran masing masing oknum pejabat negara dalam meloloskan pembayaran lahan itu. Mulai dari oknum pejabat perumnas, Pemkab Maros, camat, lurah hingga kepala dusun. Nah peran dan dugaan penyalahgunaan wewenang dari oknum pejabat negara itu yang akan GNPK laporkan ke KPK. Ini bukan main main. Nilai pembebasan lahan yang kami duga salah bayar ini sangat besar yakni Rp128 miliar,” tegas Ramzah.

Lebih jauh Ramzah menguraikan, saat ini pihaknya tengah merampungkan hasil investigasi dari peran para pejabat tersebut. Dan hasil dari telaah tim GNPK kami akan susun laporan untuk selanjutnya dibawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (*)

PEMKOT-Makassar