Terkait Parpol, Pengamat: Adik Mentan di Atas Angin karena Pengaruh Elite

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Tarik menarik dukungan partai politik (parpol) terus terjadi menjelang Pilwalkot Makassar 2020. Arah dukungan parpol pun menjadi sulit ditebak lantaran kandidat dibantu tokoh politik di belakangnya masih terus bergerilya. Saling jegal dan telikung partai hingga ke tingkat pusat menjadi fenomena politik saat ini.

Pengamat politik dari Unhas, Andi Lukman Hasanuddin, berpendapat ada beberapa variabel yang mempengaruhi dukungan parpol pada Pilwalkot Makassar 2020. Selain merujuk rekam jejak dan hasil survei elektabilitas, keberadaan tokoh maupun elite politik di belakangnya turut memberikan pengaruh yang cukup besar.

“Saling telikung ini masih sangat kuat hingga detik-detik pendaftaran nanti. Ada beberapa variabel yang membuat kandidat bisa leluasa mendapatkan dukungan parpol, salah satunya itu pengaruh elite politik yang mendukung kandidat tersebut,” ucapnya, Sabtu (1/8/2020).

Di Pilwalkot Makassar, dari empat kandidat yang mengemuka akan bertarung, Irman Yasin Limpo alias None, bisa dibilang paling kuat. Hal itu tidak lepas dari pengaruh sang kakak, Syahrul Yasin Limpo alias SYL, yang kini menjabat Menteri Pertanian (Mentan) RI. Tak bisa dipungkiri, pengaruh SYL masih sangat kuat, baik di Sulsel maupun di pusat.

Teranyar, PKS dikabarkan siap ditelikung oleh None dari Deng Ical. Potensi ini disinyalir tidak lepas dari lobi-lobi politik tingkat tinggi yang dilakukan None dan tokoh politik di belakangnya. Ya, bicara soal tokoh politik berpengaruh di belakang None tentunya akan mengarah kepada SYL yang juga mantan Gubernur Sulsel dua periode yang juga pengurus DPP Nasdem.

“Elite atau tokoh politik di belakang kandidat harus diakui punya peran besar. Mereka punya pengaruh. Nah, di Pilwalkot Makassar ini, kalau kita lihat perkembangannya, None merupakan kandidat yang kini berada di atas angin,” ujar Lukman.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dalam kontestasi politik, saling telikung parpol merupakan hal yang lumrah terjadi. Hanya saja, ia mengingatkan kepada parpol untuk mengedepankan kapabilitas dan integritas kandidat, bukan sekadar ‘isi tas’ kandidat. Termasuk menghormati mekanisme partai dalam penetapan kandidat. Jangan sampai, kata dia, malah mengkhianati aspirasi akar rumput.

“Penting bagi parpol memperhatikan kapabilitas dan integritas kandidat, juga memastikan kandidat yang diusung sudah mengikuti mekanisme partai,” tandasnya.(*)

PEMKOT-Makassar