Dokter Pade’ Qurban Bareng Ponakan Jusuf Manggabarani

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Hari kedua Idul Adha diisi bakal calon wali kota Makassar, Dokter Fadly Ananda dengan menyaksikan langsung pemotongan hewan qurban miliknya. Tahun ini, putra mantan Kakanwil Depag Sulsel, Prof Iskandar Idy ini berkurban enam sapi dan empat kambing.

Hewan kurban tersebut dititip oleh spesialis kandungan yang akrab disapa dokter Pade’ ini, di sejumlah kerabat dan warga. Di antaranya di Jalan Landak Baru Lorong 2 dan di Jalan Traktor, Makassar.

Uniknya, Azlan Manggabarani yang juga ponakan langsung tokoh Sulsel Irjen Pol Jusuf Manggabarani, ikut mendampingi saat di Lr 2 Landak Baru. Kehadiran Azlan menjadi isyarat keluarga besar Manggabarani, separuhnya berada di barisan Dr. Syamsu Rijal – dr. Fadly Ananda (Dilan) pada pilwalkot Makassar 2020 Desember mendatang.

Di sela-sela acara qurban itu, Azlan mengaku tidak akan ragu mendukung dokter Pade’ di pilwalkot mendatang. “Keluarga besar kami (Manggabarani-red) dan keluarga besar Dokter Pade’ (Iskandar Idy-red) memang sangat dekat. Khusus saya sendiri, jelek saja kalau mengatakan bahwa kami hanya kebetulan lahir dari beda rahim. Bersaudara dan baku bawa’ sudah puluhan tahun,” tegas Azlan, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Azlan menjelaskan, alasan dirinya mendukung dokter Pade’ bukan sekadar kedekatan. “Pade’ ini orang sangat baik. Bantuannya ke mana-mana tapi saya tidak pernah dengar dia cerita kalau sudah bantu orang. Suka sekali bantu orang diam-diam. Persis sifat ayahnya (Prof Iskandar Idy),” kata Azlan.

Azlan juga bangga dengan terobosan dr Fadly yang akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik. “Saya tahu kalau untuk dirinya sendiri, dr. Pade’ ini sudah selesai. Mapan dan nyaman. Punya rumah sakit, usaha lain yang sukses, bahkan juga spesialis dokter kandungan. Tapi dia berani tinggalkan zona nyaman itu untuk mengabdi di ruang yang lebih besar,” sambung Azlan.

Satu lagi, sambung Azlan, dr. Pade’ ini menjadi ikon anak muda Makassar saat ini. “Kami anak muda yang bukan anak mantan pejabat atau kepala daerah sekarang terbuka mata dan pikiran. Bahwa menjadi pemimpin itu hak semua anak muda, tanpa peduli dari mana latar belakangnya,” tegasnya. (*)

PEMKOT-Makassar