Pengamat : “Golkar Bersih” Tak Hanya Sebatas Slogan, Tapi Harus Menjadi Komitmen Golkar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Partai Golkar dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto telah mengusung slogan “Golkar Bersih”

Pengamat Politik,  Adi Suryadi Culla mengatakan Golkar bersih tak hanya sebatas slogan, tapi itu harusnya menjadi komitmen golkar dengan slogan itu. Secara linear harus diletakkan partai beringin tersebut, termasuk dalam karangka persaingan diantara figur yang ikut bertarung pada Musda.

“Kalau itu menjadi slogan itu yang harus dijalankan oleh partai. Jika ada terindikasi, itu yang seharusnya jadi rujukan rekrutmen Golkar kedepan. Golkar harus bersih tak punya beban hukum,” kata Adi Suryadi Culla.

Menurut Adi Suryadi Culla, DPP Sebagai salah satu pemegang kendali itu harus melihatnya dan memberikan ruang bagi proses dari pemilihan itu agar menjadi parameter yang diungkapkan di publik, agar bisa menjadi rujukan dalam pemilihan di Musda itu.

Lanjut dikatan slogan Golkar Bersih memberi bobot moral atas posisi golkar sebagai parpol. “Saya kira slogan itu sebenarnya memberi bobot moral atas posisi Golkar sebagai parpol. Sekarang ini partai politik, memang secara umumlah menghadapi atau menuai selama ini banyak sorotan. Bahwa parpol gagal dalam memberikan pendidikan politik, namun itu harus kembali atau komitmen golkar itu sendiri atau pemimpin partai politik itu sendiri, karena partai politik itu merupakan cerminan dari prilaku elitnya,” ucap Adi Suryadi Culla.

Dosen Universitas Hasanuddin Makassar itu menjelaskan bahwa siapa yang menjadi pemimpin, itulah kemudian menjadi tampilan bagi partai politik itu dimata publik. Prilaku yang ditunjukkan oleh politisi partai golkar itulah yang menjadi rujukan masyarakat. Ia melihat Golkar selama ini mengalami kemerosotan karena banyaknya sorotan.

“Golkar selama ini mengalami kemerosotan karena banyaknya sorotan termasuk di Sulsel. Beban masa lalu Golkar itu berat, apa lagi dianggap sebagai partai warisan orde baru. Komitmen golkar untuk membangun tampilan baru, sebagai goklar baru belum terlihat. Seharusnya golkar melakukan evaluasi yang lebih kritis, agar bisa melakukan revitalisasi menjadi partai yang lebih kuat,” jelasnya.

Di ketahui pemilihan ketua Golkar Sulsel yang digelar 6 Agustus di Jakarta Ada empat kandidat yang maju yakni Hamka B Kady (Anggota DPR RI), Supriansa (Anggota DPR RI), Taufan Pawe (Walikota Parepare), dan Syamsuddin Hamid (Bupati Pangkep).

Adi Suryadi Culla menyarankan agar Musda Golkar Sulsel menjadikan rujukan Golkar Bersih.

“Untuk menjadikan pemimpin di Golkar meski menjadi rujukan itu slogan Golkar Bersih. Jadi kriteria pemimpin itu harus dilihat dari rekam jejak dengan melihat slogan partai. Rekam jejak itu juga bukan hanya di lihat dari reputasi figur yang bersangkutan sebagai pengurus golkar selama ini. Tapi juga loyalitas juga menjadi indikator. Selain itu kriteria figur juga dilihat dari segi kematangannya berpolitik, baik posisi selama ini sebagai pejabat publik mapun juga yang lebih khusus¬† sebenarnya integritasnya, rekam jejak seperti slogan tersebut,” tutup Adi Suryadi Culla.(*)

PEMKOT-Makassar