Ayahnya Didemo, Putra IAS: Kami Sekeluarga Mendoakan Kebaikan untuk Mereka

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Amirul Yamin Ramandansyah alias Iyul angkat bicara ihwal aksi demonstrasi dadakan segelintir mahasiswa kepada ayahnya, Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Sulit tidak mengaitkan demo itu dengan Pilwalkot Makassar 2020. Musababnya, upaya ‘serangan’ kepada IAS terjadi setelah memperjelas dukungan kepada Syamsu Rizal-Fadli Ananda alias Dilan.

Iyul berpendapat sepertinya memang ada yang coba menjatuhkan dan menzalimi nama besar IAS. Targetnya agar sang ayah tidak fokus lagi mengawal Dilan. “Kenapa ayah saya dizalimi dengan gerakan-gerakan tersebut. Ya kalau dilihat perkembangannya, memang ada yang coba zalimi beliau,” ucap dia, Kamis (13/8/2020).

Serangan kepada IAS pun mengherankan. Toh, mantan Wali Kota Makassar itu bukanlah kandidat atau peserta pilkada. Jadi kalau pun ia condong mendukung paket representasi Muhammadiyah dan NU itu, itu adalah hak politiknya. “Patut dipertanyakan, apakah salah kalau ayah saya memperjuangkan orang yang dianggap baik (Dilan),” ujar dia.

“Ayah saya bukanlah peserta pilkada, kenapa malah didemo, coba dicari-cari salahnya. Tapi insya Allah, kami sekeluarga tetap mengirimkan doa kebaikan untuk pelaku demo dan dalangnya,” sambung Iyul.

Jika mau jujur, wali kota definitif yang terakhir sejatinya lebih banyak tersangkut dugaan korupsi. Bahkan, perkara-perkara itu cukup kuat, selain karena sudah dilaporkan ke aparat berwenang, juga terindikasi menjadi temuan di BPK. Mulai dari kasus gendang dua, kasus ketapang, kasus Halte Smart hingga kasus fee 30 persen.

Direktur Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras MD, sebelumnya menyampaikan bahwa IAS disinyalir diganggu oleh oknum tertentu karena terkait Pilwalkot Makasaar 2020. Tujuan menggerus elektabilitas Dilan yang didukung IAS.

“IAS berdiri di salah satu kandidat. Jadi wajar saja jika beliau terus diganggu. Mengapa diganggu? Ya hal itu bertujuan agar elektabilitas kandidat yang didukungnya turun,” ucap Ras MD.

Hanya saja, Ras MD menganalisa yang luput dari rival Dilan adalah loyalis IAS sangat militan. Mereka tidak terpengaruh dengan gangguan semacam itu. Jika mantan Ketua Partai Demokrat Sulsel itu diganggu, malah pengikutnya semakin merapatkan barisan menunggu instruksi IAS yang tentunya akan semakin kencang memenangkan Dilan. Toh, IAS dikenal merupakan petarung.

“Hal yang luput diperhatikan rival Dilan, mereka nggak sadar bahwa jika IAS terus diganggy, justru membangkitkan militansi para pengikut IAS. Jika militansi pengikutnya bangkit, mudah bagi IAS mengkonversi suara mereka ke Dilan.”

“Ya jadi menurut pandangan saya, bila sosok IAS terus diganggu, maka makin menguntungkan pasangan Dilan,” tandasnya.(*)

PEMKOT-Makassar