Hari Ojek Online Setiap Pekan Bakal Diterapkan Danny-Fatma

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Duet Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) memang tergolong kontestan paling siap memimpin Kota Makassar 2021-2026. Usungan koalisi Nasdem-Gerindra, dan didukung PBB-Gelora ini, punya segudang program inovasi.

Salah satunya yang sudah disiapkan secara matang jika diberi amanah memimpin Makassar, yakni mencetuskan Hari Ojek Online (Ojol) setiap pekan. Tujuannya mendorong peningkatan kesejahteraan pengemudi.

Danny Pomanto menjelaskan, ide menghadirkan Hari Ojol muncul saat dirinya berinteraksi langsung sekaligus menampung “curhat” para pelaku transportasi online di Kota Makassar. Di situ terungkap ada deretan persoalan yang mereka alami.

“Ada berbagai macam kesulitan yang ojek online alami. Pertama, penghasilan mereka makin hari makin susah. Kedua, tidak ada fasilitas resmi untuk mereka. Ketiga, persoalan dengan operator,” kata Danny Pomanto kepada awak media, Ahad (6/9/2020).

Untuk memberikan kepastian penghasilan para pelaku transportasi online dalam sepekan, muncul terobosan menetapkan satu hari khusus sebagai Hari Ojol. “Hari Selasa itu nanti adalah Hari Ojol, di mana semua orang naik ojol,” ucap lelaki berlatar belakang arsitek ini.

“Pertanyaan yang muncul, bagaimana mi kalau orang tidak mau naik ojol? Tidak ada paksaan. Tapi hari itu juga akan dinaikkan–ini masih distudi–biaya parkir 50 sampai 100 kali lipat. Misalnya satu kali parkir Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, lebih baik naik ojol toh,” beber Danny Pomanto.

Hari Ojol akan lebih menyasar aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai kantoran. Hal ini pun masih dalam studi, dengan pertimbangan pergerakan masyarakat jauh lebih besar ketimbang jumlah pelaku transportasi online.

Selain Hari Ojol, nantinya pelaku transportasi online akan dibuatkan shelter khusus dengan fasilitas lengkap dan gratis.

“Di shelter itu akan ada kopi gratis, misalnya,” ucap Danny Pomanto yang pernah menjadikan Makassar sebagai kota terbaik di Indonesia di periode pertamanya 2014-2019.

Sementara itu, terkait persoalan dengan operator, pelaku transportasi online akan disiapkan tim advokasi untuk memperjuangkan hak-hak mereka.(*)

PEMKOT-Makassar