Kasus Penyerangan Balaikota, Kajati : Pemkot dan Polisi Damai Tidak Halangi Proses Hukum

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kajati Sulselbar, Hidayatullah, mengatakan bahwa perdamaian antara pihak kepolisian dan Pemkot Makassar terkait kasus dugaan penyerangan tidak akan menghalangi proses hukum.

“Soal upaya damai saya belum dengar, nanti saya coba cari tahu. Dalam penyerangan sudah jelas ada tindak pidana . Upaya damai tidak menghalangi pidana karena ada korban, selain itu kasus ini juga menarik perhatian publik secara nasional,”ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasipenkum Kejati Sulselbar, Salahuddin. Ia menjelaskan dalam KUHP, ada dua jenis kejahatan yaitu kejahatan murni dan delik aduan. Ia mencontohkan kejahatan yang masuk delik aduan adalah seperi kejatahan pencabulan dan sejenisnya.

Sementara untuk jenis kejahatan delik murni adalah seperti pengrusakan, penganiayaan dan sejenisnya.

“Kalau delik aduan perkara bisa dicabut. Tetapi kalau delik murni mau dicabut mau damai perkara tetap harus jalan sampai persidangan kecuali pelakunya anak di bawah umur,” ujarnya menjabarkan.

Ia menambahkan dalam delik murni, kesepakatan damai tidak mengentikan kasus, melainkan hanya menjadi hal meringankan dalam pengajuan tuntutan dan menjadi pertimbangan meringankan  bagi putusan hakim.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa kedua belah pihak yakni pihak kepolisian dan pihak pemerintah kota Makassar, membuat kesepakatan damai dalam kasus penyerangan Balaikota dan penyerangan anggota polisi di pantai Losari. (*)

 

Pemkot Makassar SC