Angkutan Sewa Khusus Taxi Online Makassar Minta PT. Pertamina Memberikan Harga Pertalite yang Sama Dengan Angkutan Umum

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – PT. Pertamina (Persero) belakangan ini menggelar promo penjualan Pertalite dengan harga khusus Rp 6.500 per liter atau setara dengan Premium. Promo ini berjudul Program Langit Biru (PLB) yang dijual di sejumlah SPBU bagi konsumen tertentu.

Pemberlakuan harga pertalite seharga premium mulai di berlakukan sejak minggu kemarin tanggal 21 Maret 2021 di 34 SPBU kota Makassar. Program edukasi dan promosi ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No. 41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Kebijakan ini hanya berlaku pada pengguna kendaraan roda 2, roda 3, angkot plat kuning dan taksi plat kuning, selain itu harga yang berlaku tetap dengan harga biasa (non promosi). Tentu saja hal ini sangat di sayangkan oleh pengemudi transportasi online. Transportasi Online yang meskipun berplat hitam tapi pada prinsipnya merupakan moda transportasi umum yang setiap hari beroparasi guna menunjang aktifitas masyarakat.

Hilangnya premium dari pasaran karena kebijakan ini dan tidak di masukkannya transportasi online ke dalam segmen penerima harga promosi menjadikan pengemudi transportasi online harus menambah biaya operasional. Ini tentu saja berat buat mereka dalam situasi ekonomi yang masih sulit. “Kami pikir kebijakan ini perlu di review kembali dengan mempertimbangkan transportasi online sebagai bagian dari penerima harga pertalite seharga premium. Selama ini para pengemudi online lebih memilih premium sebagai bahan bakar kendaraan yang di gunakan dengan pertimbangan efisiensi biaya operasional” Kata Mujahidin Malik mewakili Koalisi Driver Online Sulawesi Selatan.

Untuk itu Driver Online meminta PT. Pertamina (Persero) agar segera merivisi kebijakan ini. Tranportasi Online harus di beri ruang hidup yang sama dengan moda transportasi umum lainnya.

“Kami ini juga transportasi umum, meskipun berplat hitam dan menggunakan aplikasi namun prinsip kerjanya sama saja dengan transportasi umum lainnya. Untuk itu tidak ada alasan bagi PT. Pertamina untuk tidak mengakomodasi transportasi online sebagai penerima harga pertalite seharga premium. Jika tidak, itu namanya DISKRIMINASI” lanjutnya.(*)

Gerinra Sulawesi Selatan