Penyidik Kejati Sulselbar Gunakan Alat Canggih untuk Mengukur Luas Lahan Bandara Sultan Hasanuddin

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Satuan Tugas Khusus (Satgatsus) Bidang Tindak Pidana Korupsi Kejakasaan Tinggi (Kejati) Sulselbar turut langsung melakukan pengukuran luas lahan bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dibebaskan oleh PT. Angkasa Pura I Persero. Tim penyidik juga menggandeng ahli dan menggunakan alat ukur canggih untuk mengetahui luas lahan yang ditengarai 16 hektare diantaranya adalah lahan fiktif.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin menjelaskan bahwa penyidik dan ahli menggunakan theodolit untuk mengukur luas lahan di dusun bado-bado desa baji mangai, kecamatan mandai, yang menjadi objek perkara dari kasus dugaan korupsi dan mark up pembebasan lahan untuk perluasan bandara Sultan Hasanuddin. Alat Theodolit ini, merupakan alat paling canggih diantara beberapa alat lain seperti waterpass untuk pengukuran tanah.

“ahli menggunakan theodolit untuk mengukur tanah di bandara, dan sejauh ini proses pengukuran berjalan lancar,” Ujar Salahuddin yang turut menyaksikan proses pengukuran tersebut.

Salahuddin menambahkan bahwa proses pengukuran yang digelar ini juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian resort Kabupaten Maros, “kita juga di kawal oleh pihak kepolisian dari polres maros, sehingga kita berharap proses ini berjalan lancar hingga selesai,” tambahnya

Adapun maksud pengukuran langsung yang dilakukan oleh tim penyidik bersama ahli ini karena adanya temuan baru berupa lahan yang diduga fiktif. Terdapat manipulasi data luas lahan untuk pembangunan bandara yang dibuat 60 hektare padahal faktanya hanya 44 hektare.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik bersama ahli yang ditunjuk masih melakukan proses pengukuran di Bandara Sultan Hasanuddin.

Andi Muhammad Fadli