Jaksa Setor Memori Kasasi, Vonis Bebas Idris Syukur Belum Inkrah

PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar telah menerima risalah memori kasasi vonis bebas Bupati Non Aktif Kabupaten Barru, Andi Idris Syukur yang telah di setorkan oleh Jaksa Penuntut Umum Kasus dugaan Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan terdakwa Idris Syukur. Dengan begitu, vonis bebas tersebut batal berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Humas Pengadilan Tipikor Makassar, Ibrahim Palino mengungkapkan tenggat waktu yang diberikan panitera kepada JPU hanya sampai, Jumat, 20 Januari hari ini. Sementara JPU telah menyetor risalah tersebut sejak Selasa, 17 Januari lalu.

“Karena sudah memasukkan memori kasasinya, jadi kita terima. Seadainya tidak memasukkan dan lewat hari ini maka putusan bebas langsung inkrah,” ujar Ibrahim

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa proses selanjutnya ialah memberikan tanda terima atas penerimaan memori kasasi dan menyampaikan salinan memori kasasi tersebut kepada pihak Andi Idris Syukur dalam perkara yang dimaksud dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari.

“Salinan memori kasasi yang memuat alasan-alasan jaksa mengajukan permohonan untuk pemeriksaan perkara tersebut dalam tingkat kasasi juga harus disampaikan ke pihak tervonis, dalam hal ini Andi Idris Syukur ataupun penasihat hukumnya,” tambah Ibrahim.

Proses selanjutnya, kata Ibrahim, tervonis Andi Idris Syukur dan atau penasihat hukumnya berhak mengajukan surat jawaban terhadap memori kasasi kepada Panitera. “Kita tunggu sampai 14 hari sejak sejak tanggal diterimanya salinan memori kasasi yaitu tanggal 17 Januari lalu, jawaban Andi Idris Syukur,” jelas Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, panitera Tipikor baru akan mengirim ke Mahkamah Agung setelah semua berkas lengkap, yaitu berkas memori kasasi, berkas jawaban terhadap memori kasasi, serta berkas perkara tindak pidana gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada proses pemberian izin eksplorasi tambang batu gamping dan tanah liat di Kabupaten Barru yang menjerat Andi Idris Syukur. “Kalau batas waktu mengirim ke MA itu 30 hari,” ujarnya

Sementara itu penasihat hukum terpidana Andi Idris Syukur, Aliyas Ismail mengaku menunggu risalah memori kasasi jaksa penuntut umum sebagai pedoman untuk menjawb memori kasasi tersebut.

“Sampai saat ini memori itu belum ada, jadi kami masih menunggu memori itu untuk kami lihat apa yang menjadi alasan-alasan pengajuan kasasi yang diajukan JPU,” tukas Ismail melalui saluran telepon seluler.

Aliyas mengaku ia bersama klien siap sedia menghadapi upaya hukum apapun yang dilakukan jaksa. Langkah hukum apapun itu dipersiapkan sejak awal kasus ini bergulir.

Pemkot Makassar SC