Kepsek SMA Negeri 5 Makassar Sebut Penambahan Kelas Merupakan Instruksi Walikota Makassar

Kepala Sekolah SMA Negri 5 Makassar, M.Yusran (sebelah kiri) ditetapkan sebagai Tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pungli.
PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Yusran, tersangka tunggal kasus dugaan korupsi dan pungli pada penerimaan siswa baru di SMA Negeri 5 Makassar merupakan instruksi dari Walikota Makassar, Danny Pomanto. Hal ini ia ungkapkan pada detik-detik ia dijebloskan ke tahanan oleh pihak Kejari Makassar.

“tunggu dulu, saya telepon dulu Erwin keluarga saya, dia lagi hubungi pak wali untuk bawa itu surat instruksi,” ujar Yusran melalui saluran teleponnya.

Sejalan dengan pernyataan Yusran sesaat sebelum dibawa ke Lapas, Penasehat Hukumnya juga membenarkan bahwa dirinya tengah menanti surat instruksi yang disebutkan oleh Yusran. Maria Monika menjelaskan bahwa surat instruksi tersebut kabarnya sehubungan dengan penambahan kelas yang dituduhkan oleh tim penyidik kepada kliennya.

“kabarnya surat instruksi sehubungan dengan penambahan kelas, jadi soal adanya tambahan kelas itu pak walikota tahu, “ ungkap Maria

Menanggapi hal tersissima ebut, Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman menyebutkan bahwa klaim ketidakbersalahan dirinya yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan haknya untuk membela diri. Deddy menegaskan bahwa dalam kasus ini ia menemukan unsur keterpaksaan.

“silahkan aja, itu haknya, yang jelas dalam kasus ini ada orangtua yang terpaksa membayar kan, kalau dia khawatir anaknya tidak lulus makanya dia bayarlah uang-uang itu,” jelas Deddy

Dalam kasus ini, Yusran yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri 5 Makassar diduga melakukan penambahan bangku dengan tidak melalui mekanisme pendaftaran yang seharusnya berlaku yakni pendaftaran secara online. Ia pun diduga memanipulasi data laporan pendaftar siswa sehingga ada perbedaan siswa yang masuk.

Perbedaan itu yakni laporan siswa baru di SMA Negeri 5 Makassar hanya melaporkan 12 kelas berisi 36 siswa tiap kelasnya ke operator Telkom. Padahal faktanya terdapat tambahan 3 kelas berisi masing-masing 36 siswa yang juga didaftar secara offline.

Andi Muhammad Fadli
Gerinra Sulawesi Selatan