Pengamat Komunikasi Politik : Pemilihan RT/RW Bentuk Politisasi Walikota Makassar

Aswar Hasan, Pengamat Komunikasi Politik Unhas Makassar
PDAM Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pemilihan Ketua RT/RW di Makassar yang akan berlangsung esok hari, mendapat sorotan dari Pengamat komunikasi politik, Aswar Hasan. Menurutnya, pemilihan RT dan RW bisa mengakibatkan konflik sosial ditengah masyarakat. Salah satunya ialah kini pemilihan Ketua RT/RW dibentuk menjadi sebuah kompetisi individual.

“Ketua RT/RW selama ini dipilih dalam sebuah bentuk kesepakatan masyarakat melalui sebuah musyawarah. Tetapi oleh peraturan walikota (perwali) tiba- tiba dibentuk menjadi kompetisi yang bersifat individual. Kalau ini dilanjutkan jangka panjang dengan sendirinya dapat merusak catatan sosial di tingkat bawah,” ujar Aswar.

Munculnya Peraturan Walikota dengan menjadikan pemilihan RT/RW sebagai suatu ajang kompetisi, menurut Aswar juga menjadi sebuah bentuk politisasi Danny Pomanto dalam wewenangnya sebagai Walikota Makassar.

“RT/RW sebelumya organisasi kemasyarakatan. Tiba-tiba digeser dalam bentuk struktur pemerintahan . Artinya sudah terjadi politisasi Kewenangan ditingkat masyarakat bawah,” tambahnya

Selain itu, bentuk kekhawatiran lain yang diungkapkan oleh Dosen Komunikasi Universitas Hasanuddin Makassar ini ialah rentannya terjadi gesekan dalam tahap pemilihan, seperti halnya jika akan menggelar sebuah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), “Konsep pemilihan RT/RW ini meniru konsep Pilkada. Sebagaimana kita tahu ada banyak gesekan terjadi selama Pilkada. Nah apakah ada jaminan bahwa hal yang sama tidak terjadi pada pemilihan RT/RW tersebut. Saya melihatnya tidak ada jaminan atas hal itu,” tutup Aswar.

Pemkot Makassar SC