GMKS Prihatin Perang Kelompok Masih Marak, Minta Pemerintah Lebih Peduli

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar saat ini sementara berupaya terus mengkampanyekan Kota Makassar sebagai Kota Sombere yang berarti kota yang mencerminkan keramahan, kebaikan dan persaudaran.

Namun seakan tak selaras untuk menjadi Kota dengan status sebagai Sombere City, pada beberapa wilayah di Kota Makassar masih saja kerap terjadi perang kelompok antar warga. Salah satu insiden yang menyita perhatian publik tewasnya seorang warga yang terkena anak panah di bagian perut dalam perang kelompok antara warga Kampung Cambayya dengan Barrukang yang terjadi di kecamatan Ujung Tanah Rabu (24/3/21) kemarin.

Kondisi ini pun menggerakkan hati Project Manager Gerakan Makassar Kota Sombere (GMKS), Aiman Adnan. “Perang kelompok antar warga di Kampung Barrukang dan Cambayya sudah sangat miris, karena telah memakan korban jiwa dan seakan telah menjadi tradisi”, tutur Aiman.

Mantan Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar ini pun meminta pemerintah setempat seyogyanya segera mengambil langkah taktis untuk meredam perang kelompok tersebut. Tidak hanya dengan mengutamakan tindakan represif tetapi lebih pada menitikberatkan pada upaya preventif dan persuasif.

Aiman yang juga mantan Ketua Sapma Pemuda Pancasila Sulsel ini juga berharap agar pemerintah di tingkat Kelurahan dan Kecamatan lebih peka menyikapi hal tersebut. Terlebih saat ini saat ini semua stakeholder dalam lingkup Pemerintahan Kota Makassar sedang gencar mengkampanyekan Makassar adalah Kota Sombere. “Jangan sampai citra Makassar sebagai kota yang ramah yang mengutamakan persaudaraan rusak karena adanya problem seperti ini”, sambung Aiman.

Sementara itu pasca perang kelompok antara warga Kampung Cambayya dengan Barrukang susana masih mencekam. Aparat masih berjaga di lokasi kejadian guna mencegah terjadinya tawuran susulan.(*)

Andi Muhammad Fadli