banner dprd mkassar

Membangun Perumahan Bernuansa Islam dan Sistem Syariah Dalam Pembangunan, Pembiayaan, dan Permodalan

pemprov sulsel

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Manusia diciptakan oleh Allah SWT pada hakikatnya ber’ibadah kepadaNya, bukan berbuat sesuai kehendak diri sendiri Tanpa arah dan tujuan, sebagai firman Allah SWT dalam Qur’an Surah Azariyat (51/56)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Begitupula dengan manusia yang di muka bumi ini berfungsi Khalifah, bagaimana mengatur kehidupan manusia sesuai penciptanya, dan sangat logis dan paling paham mengatur aturan manusia adalah yang menciptakan, tidak mungkin mengikuti maunya yang diciptakan. Karena semua manusia berbeda karakter, latar belakang, dan lain-lain.

Sebagaimana Firman Allah SWT dlm Qur’an Surah Al Baqarah(2/30)

وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.””

Adapun Pedoman atau SOP manusia hidup dimuka bumi adalah berdasarkan Wahyu, biasa dinamakan Syariah. Sebagaimana rujukan Qur’an dalam surah Al_Jaziyah (45/18 )

ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَ مْرِ فَا تَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui.”

1. Membangun Perumahan dlm bernuansa Islam.
Sebelum membangun perumahan, tentunya diniatkan fungsi rumah tersebut diniatkan dan akan digunakan untuk mengabdi kepada Allah SWT, antara lain diniatkan untuk digunakan Sholat 5 waktu, baca/mengkaji Qur’an, belajar agama, diskusi spiritual, dan lain-lain. Bukan sebaliknya, misalnya dipakai untuk yang dilarang Islam, seperti karaoke dan sejenisnya.

Oleh sebab itu di dalam membangun perumahan, yang diperhatikan posisi WC yang tidak bisa menghadap ke kiblat, juga ada mihrab, tempat sholat Tahajjud keluarga atau tempat musyawarah keluarga, perpustakaan yg berisi Qur’an, Hadis, dan buku sains teknologi, dan lain-lain.

2. Dalam Proses Pembiayaan
Dalam proses permodalan, berapa jumlah yang dipinjam, begitu pula yang dikembalikan, bisa buat perjanjian kalau ada keuntungan bersih, misalnya berapa persen pemodal, dan pengelola (pemilik perumahan). Bisa 50%=50% atau 60%=40% tergantung kesepakatan, sebagaimana dalam Hadis :

إنما البيع عن تراض

Artinya: “Sesungguhnya jual beli itu berangkat dari saling ridha.”

3. Dalam Proses Jual Beli
Dasar Jual Beli dalam Al Quran ,adalah halal dan Haram kalau riba, sebagaimana Qur’an surah Al_Baqarah (2/275) :

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Salah satu faktor positif sistem syariah ,adalah adanya unsur ridho, adapun keuntungannya misalnya : apakah 100%, atau 500%, tidak ada masalah, yg penting ridho dan tidak ada kebohongan didalamnya.

Apa saja kwalitas bangunan, surat surat, dll, tidak boleh ada kebohongan sekecil apa pun. Jangan kwlitas kelas dua dipromosikan kelas satu, karena suatu saat konsumen memahami ada dusta dlm informasi, maka konsumen pasti marah, efeknya marah akan terjadi protes, shg persaudaraan akan terganggu.padahal dalam jual berlli sistim syariah, intinya ridho dan tidak ada kebohongan,

Misalnya: sekalipun rumah yg dibeli konsumen cepat rusak, dan diperhitungkan waktu yang digunakan sudah layak, Insya Allah tidak ada masalah ,krn sudah faham kwalitasnya dan sudah di sampaikan pihak developer,hususnya marketing

Intinya, sistim syariah sama sama menguntungkan, juga sama sama menanggung rugi misalnya ada musibah kebakaran
.namun sekarang sdh ada asuransi syariah

Yang paling mendasar lagi,manakala ada ketidak terbukaan dan ada yg ditutupi, maka disitu potensi ribut,dan potensi makanan yang haram ,sedangkan membangun peradaban Islam, makin hari terjadi pergaulan ,makin tumbuh rasa cinta dan persaudaraan sesama masyarakat,hususnya ..masalah kaya dan miskin itu biasa , bisa bergantiang, Karna kekayaan dan kemiskinan itu bukan ukuran kemuliaan, ukuran kemuliaan ,adalah taqwa alias yg serius mengurus ajaran kebenaran, seperti panitia penyelenggara sistim permodalan syariah sebagai mana surah al Hujrat(49/13) :

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

Semoga materi yang kami bawakan bermanfaat bagi masyarakat,hususnya masyarakat muslim dlm praktek jual beli yang Islami

*Penutup*

Diharapkan kpd manusia agar terhindar makanan yang haram antara lain dalam pendapatan jual beli, begitu pun pendapatan jasa,komisi,hindari sogok menyogok dengan prinsip sekalipun miskin ekonomi yang penting tidak berbuat buruk ,alias Istiqamah, karna orang istiqamah di temani malaikat, begitupun yg tidak istiqamah bersama syaithon, baik sadar maupun TDK sadar, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Qur’an Surah Fushilat (41/30):

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.””

Juga larangan memakan yang haram, yg bisa mengakibatkan semangat melakukan keburukan sebagaimana Qur’an surah Al_Baqarah (2/168,169)

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَ رْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

اِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِا لسُّوْٓءِ وَا لْفَحْشَآءِ وَاَ نْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.”

Hotel Four Points
21 Juni 2023
Dr. Hasan Basri Bin Abd.Rahman

Pemkot Makassar

Call Center PU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *