banner dprd mkassar

Ketua STIE Amkop Yakin NH Mampu Sejahterakan Masyarakat Sulsel

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR– Ketua STIE Amkop Makassar, Bahtiar Maddatuang, memuji konsep tri karya yang digagas oleh Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH). Melalui konsep berbasis ekonomi kerakyatan, Bahtiar percaya NH bersama Aziz Qahhar Mudzakkar mampu mewujudkan Sulsel Baru yang lebih makmur dan sejahtera.

Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), bersama Ketua STIE Amkop Makassar, Bahtiar Maddatuang dan Ketua Yayasan Bajiminasa, Jamaluddin Bata, Walikota Parepare Taufan Pawe, Wakil Bupati Soppeng, Supriansa dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Aris Munandar saat  menghadiri Rapat Senat Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana dan Magister STIE Amkop Makassar, Rabu, 25 Oktober.
Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), bersama Ketua STIE Amkop Makassar, Bahtiar Maddatuang dan Ketua Yayasan Bajiminasa, Jamaluddin Bata, Walikota Parepare Taufan Pawe, Wakil Bupati Soppeng, Supriansa dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Aris Munandar saat
menghadiri Rapat Senat Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana dan Magister STIE Amkop Makassar, Rabu, 25 Oktober.

“Konsep tri karya NH murni berbasis ekonomi kerakyatan dan itu cocok diterapkan di Sulsel. Dengan pengalamannya di bidang koperasi dan komitmennya menciptakan pemerataan, NH tidak perlu diragukan akan mampu mensejahterakan masyarakat Sulsel,” kata Bahtiar, di sela acara wisuda sarjana dan magister STIE Amkop, Rabu, 25 Oktober.

Bahtiar berpendapat implementasi konsep tri karya ala NH pun sudah sesuai dengan harapan masyarakat. Dicontohkannya yakni Gerakan Bangun Kampung yang sangat dinantikan oleh publik. Program tersebut sangat populis karena merakyat. Melalui program itu pula, sambung dia, problema klasik mengenai ketimpangan ekonomi bisa diatasi.

Menurut Bahtiar, program-program NH-Aziz dengan basis ekonomi kerakyatan jelas lebih tepat sasaran. Tinggal bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa program tersebut akan berjalan dan menjadi solusi atas pelbagai permasalahan Sulsel. “Program dari konsep tri karya itu memang diharapkan tidak hanya mengakhiri ketimpangan pembangunan dan ekonomi, tapi juga mengatasi tingginya angka pengangguran,” tutur dia.

Sementara itu, NH dalam pidato ilmiahnya di hadapan sivitas akademika STIE Amkop, menyatakan konsep tri karya disusun secara matang sesuai kondisi sumber daya yang ada di Sulsel. Konsep berbasis ekonomi kerakyatan itu pula sudah dijabarkannya dalam berbagai program-program yang menyentuh seluruh aspek, mulai dari infrastruktur, ekonomi, pendidikan, budaya dan agama.

“Konsep tri karya itu meliputi pembangunan berbasis infrastruktur, pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan dan pembangunan berbasis kearifan lokal. Konsep itu berbasis ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat konstitusi, bukannya ekonomi liberal,” tegas Ketua Harian DPP Golkar tersebut.

Menurut NH, pembangunan dengan dilandasi ekonomi kerakyatan harus digalakkan di seluruh daerah. Hanya dengan cara itu, Indonesia akan bisa maju dan berkembang. Disayangkannya konsep ekonomi saat ini yang berbasis liberal, dimana hanya menumbuhkan konglomerasi dengan watak individualistik. (*)

PDAM Makassar