Akhiri Jabatan Sebagai Kajari Makassar, Deddy Perintahkan Pengusutan Pungli Di Semua SMA Kota Makassar

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Deddy Suwardy Surachman memerintahkan pengusutan korupsi pungli penerimaan siswa baru Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kota Makassar. Perintah pengusutan ini menjadi amanah terakhir yang diperintahkan Deddy sebelum diganti oleh pejabat Kajari Makassar yang baru.
“Saya perintahkan tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Makassar mengusut dugaan pungli di semua SMA di Kota Makassar. Ini merupakan perintah terakhir saya sebagai Kajari Makassar, “ ujar Deddy

Deddy mengatakan pengusutan ini akan dimonitor dan diawasi selanjutnya oleh Kepala Kejari Makassar yang baru bernama Dicky Rachmat Raharjo, sementara dirinya akan melakukan tugas baru sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Palembang.
“Saya berharap amanah yang saya tinggalkan ini dapat dituntaskan oleh tim Pidsus. Saya juga memohon doa restu kepada masyarakat Makassar semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik di tempat baru. Terimakasih sudah membantu saya selama ini,” ucap Deddy.
Kasi Pidsus Kejari Makassar, Sri Suryanti Malotu menuturkan siap mengemban amanah tersebut bersama tim Pidsus serta tim Intelijen yang dikomandoi oleh Kasi Intelijen, Andi Alham.

Ia mengaku dugaan korupsi pungli penerimaan siswa baru di SMA se Makassar memang sudah lama diendus sehingga saat ini pihaknya tidak kesulitan lagi dalam mengungkap modus serta perbuatan melawan hukum yang terjadi. Apalagi, lanjutnya sudah ada dua contoh kasus yang telah terlebih dahulu ditangani.
Yakni dugaan korupsi pungli di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Makassar. “Tidak sulit mengungkap dugaan ini karena kita sudah punya sampel. Kita pasti akan mengusut dugaan ini ke semua sekolah di Makassar,” tegasnya.
Sri mengatakan sudah ada beberapa SMA lagi yang masuk dalam target dan terjaring skandal pungli dan korupsi. Hanya saja pihaknya belum masuk merilis nama sekolah tersebut dengan alasan keamanan dan bukti masih sangat minim.
“Kita perkuat bukti supaya menjadi fakta bukan fitnah. Biarlah dulu kami bertugas dengan baik, transparan, profesional, proporsional serta tetap mengedepankan hati nurani,” lanjut Sri.

PEMKOT-Makassar