Jelang Sidang Pembunuhan Rafika, PN Sungguminasa Siapkan Pengamanan Ekstra

Akun Sosial media Rafika Hasanuddin dibanjiri ucapan duka. (int)
Pemkot Makassar SC
BAPENDA Makassar SC

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Terkait kesiapan PN Sungguminasa mengawal kasus pembunuhan Rafika, Ketua Pengadilan Negeri Sungguminasa, Muhammad Damis mengaku menyiapkan pengamanan untuk menghindari gangguan keamanan selama sidang berlangsung. Pengamanan dari pihak kepolisian akan diturunkan sepanjang persidangan.

Hakim yang banyak mengawal perkara penting ini sebelumnya mengaku kasus kematian Rafika merupakan salah satu kasus yang sulit sebab alat bukti yang didapat penegak hukum untuk menjerat Sekuriti kompleks bernama Soleh sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada.

Pembuktian kasus ini pun menurut Dia hanya bertumpu pada bukti petunjuk yang harus diurai dan dibuktikan di pengadilan. Sementara bukti pengakuan tersangka, lanjut Damis tidak akan menjadi pedoman utamanya sebab bisa saja berubah ketika berada di pengadilan.

“Saya mengikuti perkembangan kasus ini melalui media, dan saya katakan cukup sulit dibuktikan. Sangat berbahaya kalau terdakwa merubah pengakuannya di pengadilan, makanya kita akan menerapkan beberapa metode, supaya kasus ini diadili dengan seadil-adilnya,” janji Damis.

Rafika Hasanuddin,  (22), ditemukan tewas bersimbah darah di Perumahan Yusuf Bauty, Kelurahan Paccinongang, Somba Opu, Gowa Sulawesi selatan, Senin (16/1/2017) malam.

Jasad korban yang penuh bekas luka dan sayatan di leher, pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan perumahan bernama Saleh yang belakangan menjadi tersangka.

Saleh oleh polisi mengaku menghabisi nyawa Rafika Hasanuddin hanya karena panik saat ketahuan mencuri smart phone korban. Tersangka membunuh korban dengan cara membenturkan kepala korban ke dinding rumahnya hingga tak sadarkan diri.

Saat korban tak sadarkan diri,  Saleh mengambil pisau dan menggorok leher korban hingga tewas. Saleh sendiri adalah orang yang pertama menemukan jasad korban dan melaporkannya ke aparat kepolisian.

Saleh juga sempat tidak mengakui perbuatannya saat diinstrograsi. Keterangan yang berbelit-belit dan keterangan yang diberikannya kepada polisi selalu berubah-ubah.

Akibat perbuatannya, Saleh kini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Gowa dan terancam tiga pasal kumulatif berlapis yakni

Pasal 339 KUHPidana tentang pembunuhan disertai/didahului atau diikuti perbuatan pidana lain, Pasal 338 tentang pembunuhan serta Pasal 365 ayat (3) tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman kurungan minimal 15 tahun penjara.(*)

Badan Intelijen Negara
Pangkep SC